Kabarindonesianews-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai 25 Juli 2022. Utama bagi SMK yang ditunjuk sebagi Pusat Keunggulan (PK). Tak hanya sekedar pengenalan kegiatan ekstrakulikuler dan sistem pembelajaran, tapi juga penerapan Kurikulum Merdeka Belajar.
Salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai Pusat Keunggulan adalah SMK Pelita Ciampea. MPLS akan diikuti 600 siswa baru dari 7 jurusan. Para siswa mendapatkan materi tentang BKK, tata tertib, kedisiplinan, jurusan, dan kompetensi yang dipilih peserta didik baru serta sistem praktek kerja industri (prakerin) di Kurikulum Merdeka Belajar.
“Karena mereka dari SMP dan tidak begitu mengenal jurusan yang dipilih, kami juga mengenalkan melalui materi jurusan, terutama pembelajaran berbasis teaching factory (tefa) dan Projek Based Learning (PBL),” ujar Sudrajat penanggung jawab PPDB SMK Pelita Ciampea. Rabu (20/07/2022)
Dikatakan Sudrajat, materi – materi itu disiapkan untuk mengarahkan siswa menjadi BWM (bekerja, wirausaha atau melanjutkan). akan diberikan di kelas X, tapi karena pihaknya menerapkan kurikulum merdeka, jadi sosialisasi dilakukan kepada siswa baru.
Berbeda dengan MPLS sebelumnya, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di SMK Pelita Ciampea kali ini lebih ditekankan pada profil pelajar Pancasila yang menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka Belajar.
“Bedanya, jika sebelumnya hanya ada materi umum, saat ini ada belajar khusus di kelas X dan XI materi profil pelajar Pancasila ” urainya.
Materi itu meliputi enam dimensi yaitu Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, Mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penerapan kurikulum Merdeka Belajar juga diterapkan dalam program magang atau prakerin.
Hal ini karena jika ada pihak industri membutuhkan kemampuan atau kompetensi siswa, maka bisa langsung ditarik.
“Mulai tahun ini kelas X dimantapkan praktikumnya lewat Tefa (Teaching Factory) atau kelas industri dan PBL (Project Based Learning. Kelas XI disiapkan. Kalau ada yang mau melanjutkan ke PTN kita lakukan pemetaan untuk melanjutkan pembimbingan,” katanya.
Mulai profil pelajar Pancasila, pengenalan jurusan, pengenalan kurikulum merdeka belajar hingga sistem magang siswa.
“Penekanan kami di profil pelajar Pancasila di pendidikan karakter pada MPLS tahun ini,” katanya.
Siswa akan disodorkan dan diupayakan untuk mengerjakan projek – projek yang ada di industri untuk dikerjakan. Sehingga begitu mereka siap, saat magang sudah mempunyai ilmu. Karena kelas industri sudah dibekali di kelas XI itu.
Sedangkan untuk kelas X akan diajarkan dasar – dasar kompetensi jurusan. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar ini, juga ada Mapel pilihan yang bisa dipilih sekolah atau jurusan meski tidak memiliki jurusan itu. (Nia)
Leave a Reply