Kabarindonesianews- Metode menanam dengan menggunakan di lahan sempit berhasil dilakukan oleh siswa-siswi SMPN 1 Tenjolaya.
Metode taham ini sangat efektif untuk dikembangkan di sekolah yang lahannya terbatas.
Sekolah ini tidak hanya mengajarkan teori kepada para peserta didik, tetapi juga praktek membudidayakan hingga memasarkan tanaman dan akan mencoba bertanam hidroponik.
Dengan hidroponik, masa panen sayuran, seperti sawi, bayam dan selada, hanya membutuhkan waktu 45 hari tanam. Sedang penanaman secara konvensional baru bisa dipanen setelah 80 hari.
Sudarma selaku humas SMPN 1 Tenjolaya
mengatakan, konsep hidroponik ini bisa dilakukan di rumah masing-masing, selain dirasa lebih sehat juga bisa untuk menghemat anggaran biaya rumah tangga.
“Paling tidak, bisa ada penghematan dalam pengeluaran rumah tangga. Tidak perlu beli sayuran, cukup dengan tanaman sendiri,” kata sudarma.
Sayuran yang dipanen hari ini diantaranya adalah cabe dan kangkung.
Menurut Sudarma, akan menanam sayuran hidroponik ini memiliki kelebihan dibandingkan sayuran yang ditanam secara konvensional, yakni bisa dikonsumsi langsung karena perawatannya tidak menggunakan bahan kimia.
“Insya Allah ini lebih sehat dan lebih alami, karena tanpa pupuk, pesisida dan segala macam,” ujarnya.
Pihak sekolah sengaja memanfaatkan lahan di salah satu atap bangunan sekolah dengan untuk ditanami berbagai jenis sayuran, selain bertujuan untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada para peserta didik, juga menumbuh kembangkan semangat interpreneur yang kuat merupakan esensi utama dari program School Farming.
Selain dijadikan bahan sayuran, sayuran organik yang sudah dipetik juga dijadikan bahan olahan makanan maupun minuman. Kurikulum yang dikembangkan di sekolah ini telah mempersiapkan para siswanya agar dapat langsung mempraktikan teori dan pengalamannya dalam dunia usaha mandiri maupun pasar kerja yang ada.
Sudarma berharap, siswa untuk belajar bersama-sama bertanam dengan menggunakan media hidroponik, karena metode ini dirasa efekif dikembangkan di sekolah perkotaan yang lahannya terbatas.
“Semangat yang dilakukan siswa dan para guru di SMPN 1 Tenjolaya mudah-mudahan bisa menular ke sekolah lain,” pungkasnya. (imas)
Leave a Reply