Gelar Istighosah, 359 Siswa MAN 1 Kota Bogor Jalani Ujian TKA

Kabarindonesianews-Alhamdulillah, MAN 1 Kota Bogor saat ini tengah melaksanakan Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026.

Ujian tersebut telah dilaksanakan sejak Senin, 2 November 2026, dan dijadwalkan berakhir pada Kamis, 5 November 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Humas MAN 1 Kota Bogor, Nining Yuningsih, saat ditemui di sela-sela pelaksanaan ujian.

“Untuk MAN 1 Kota Bogor sendiri, pelaksanaan TKA menggunakan dua sesi. Hal ini karena jumlah peserta cukup banyak, sementara ruang komputer dan ketersediaan laptop masih terbatas,” ujar Nining.

Meskipun pada hari pertama sempat terjadi sedikit kendala pada sistem server, secara umum pelaksanaan ujian berlangsung lancar.

“Alhamdulillah, pada hari pertama kemarin ujian sudah terlaksana, meskipun mungkin sempat terjadi sedikit kendala pada sistem server. Hal seperti itu memang terkadang terjadi dalam pelaksanaan ujian secara daring,” jelasnya.

Sebelum pelaksanaan TKA, MAN 1 Kota Bogor telah melakukan berbagai persiapan, baik secara spiritual maupun mental, guna membekali para siswa agar lebih siap menghadapi ujian.

“Sebelumnya, kita melaksanakan istighosah terlebih dahulu. Kegiatan istighosah ini bertujuan untuk memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa kelas XII pada hari Senin dapat berjalan lancar. Oleh karena itu, pada hari Jumat sebelumnya, kita menggelar istighosah bersama di lapangan,” ungkap Nining.

Selain istighosah, pihak madrasah juga menyelenggarakan *training motivasi* yang disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan penyampaian pengalaman dan testimoni dari para pengawas yang sebelumnya telah bertugas pada pelaksanaan TKA Gelombang 1 di luar madrasah.

“Para pengawas yang sebelumnya ditugaskan pada Gelombang 1 di luar madrasah memberikan penjelasan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai kendala yang ditemui di lapangan serta cara mengatasinya. Dengan demikian, anak-anak mendapatkan gambaran umum mengenai pelaksanaan TKA berdasarkan pengalaman yang telah berlangsung pada Gelombang 1,” tuturnya.

Pada kesempatan istighosah tersebut, pihak madrasah juga memberikan piagam penghargaan kepada siswa yang memperoleh nilai terbaik di setiap kelas saat simulasi TKA. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar siswa semakin bersemangat dalam mengikuti ujian.

Jumlah peserta TKA di MAN 1 Kota Bogor tahun ini sebanyak 359 siswa, yang merupakan seluruh siswa kelas XII.

Dalam pelaksanaannya, setiap ruang ujian diisi maksimal 20 siswa. Mengingat jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) sebanyak 36 orang, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 dan 16 siswa, agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau satu ruangan biasanya diisi 20 siswa. Sementara itu, karena satu kelas terdiri atas 36 siswa, pembagiannya menjadi dua kelompok, yaitu 20 dan 16 siswa,” jelas Nining.

Lebih lanjut, Nining menjelaskan bahwa TKA memiliki perbedaan dengan ujian mata pelajaran yang biasa dilaksanakan di sekolah.

“TKA ini bukan ujian mata pelajaran seperti biasanya. Hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi siswa untuk masuk ke perguruan tinggi,” tegasnya.

Materi TKA terdiri atas materi umum dan mata pelajaran pilihan. Materi umum meliputi literasi, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta numerasi, yaitu Matematika, yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Sementara itu, mata pelajaran pilihan disesuaikan dengan minat dan tujuan siswa dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Bagi siswa yang berhalangan mengikuti TKA karena sakit, pihak madrasah telah menyiapkan mekanisme ujian susulan.

“Jika ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit, harus disertai surat keterangan dokter dan pemberitahuan dari orang tua. Selanjutnya, siswa tersebut akan dimasukkan ke dalam peserta ujian susulan. Pelaksanaannya bisa satu hari setelah TKA atau mengikuti jadwal khusus yang kemungkinan diselenggarakan pada bulan Desember,” kata Nining.

Sebelumnya, pada pelaksanaan TKA juga pernah terjadi kendala teknis yang menyebabkan satu sesi ujian tidak dapat diikuti oleh seluruh peserta. Oleh karena itu, ujian bagi peserta pada sesi tersebut dijadwalkan ulang dan dilaksanakan pada hari Jumat.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Bogor, Drs. Cep Anwar, M.Pd., berpesan agar seluruh rangkaian pelaksanaan TKA dapat berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan hasil yang optimal bagi para siswa.

“Harapannya, semoga pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar dan diberikan kemudahan. Anak-anak juga diharapkan dapat bertindak jujur, tanpa melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun. Mudah-mudahan semuanya sukses dan memperoleh nilai sesuai dengan yang diharapkan,” harap Nining saat menyampaikan pesan Kepala Madrasah.

Terkait sarana dan prasarana, Nining berharap ke depannya terdapat penambahan jumlah laptop untuk mendukung pelaksanaan TKA. Saat ini, MAN 1 Kota Bogor memiliki 10 rombongan belajar kelas XII, sehingga keterbatasan sarana mengharuskan pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi.

“Harapan ke depannya, mudah-mudahan TKA ini bisa menjadi barometer bagi anak-anak. Apa yang sudah dicapai saat ini, jika memang sudah baik, semoga bisa menjadi lebih baik lagi. Pelaksanaan yang sebelumnya masih mengalami kendala juga diharapkan pada tahun mendatang dapat berjalan lebih optimal dengan meminimalkan berbagai hambatan,” pungkasnya.

Di akhir penyampaiannya, Nining juga menyampaikan doa dan harapan dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama. Ia berharap momentum tersebut dapat semakin mempererat tali silaturahmi antar satuan kerja (satker), sekaligus mendorong lahirnya berbagai kreativitas dan inovasi yang memberikan dampak positif bagi seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kota Bogor.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*