Kabarindonesianews—Pemerintah Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor memastikan realisasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Khusus Kabupaten Bogor Tahun 2026 telah berjalan sesuai target. Dari total alokasi, empat program prioritas sudah direalisasikan.
Kepala Desa Tamansari, Sunandar, mengatakan selain penguatan pendapatan desa, Bankeu difokuskan pada infrastruktur, penataan lingkungan, digitalisasi dan pendidikan.
“Baik terkait bantuan keuangan khusus ya, selain penguatan pendapatan desa, kita sudah realisasikan di empat kegiatan,” ujar Kades Sunandar, Selasa (13/10/2026).
Rincian 4 Kegiatan Bankeu yang Sudah Terealisasi:
1. Betonisasi Jalan Lingkungan: Lokasi di Jalan Palak RW 01 dengan volume panjang 526 meter, lebar 3,7 meter, tebal 0,15 meter. Saat ini akses warga jauh lebih baik.
2. Dayeh Pajajaran : Masih di lokasi yang sama di RW 01 dan saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
3. Digitalisasi Desa: Sudah dilaksanakan oleh petugas desa untuk percepatan pelayanan administrasi dan keterbukaan informasi desa.
4. Program Satu Desa Satu Sarjana: Sudah rampung dan terealisasi.
“Penerimanya warga RT 01 RW 06 atas nama Safarina di Universitas Juanda, jurusan Akuntansi. Pada konsentrasi lain, yang perangkat desa juga tiga orang,” jelasnya.
Tiga perangkat desa yang mendapatkan beasiswa tersebut kuliah di Universitas BINUS (Bina Nusantara).
Konsep Dayeh Pajajaran: Nuansa Sunda, Kreatif, dan Tidak Harus Sama Antar Desa
Untuk dayeh Pajajaran, Kades Sunandar menegaskan konsep besarnya mengikuti arahan Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni bernuansa kesundaan, namun model dan bentuk diserahkan pada kreativitas warga.
“Kalau Dayeh Pajajaran itu sesuai inovasi masyarakat. Konsepnya nuansa kesundaan yang banyak ornamen bambu dan tanaman hias. Adapun model dan bentuk dikembalikan kepada kreativitas warga pelaksananya,” kata Sunandar.
Lokasi Dayeh Pajajaran berada di Kampung Ramah Lingkungan (KRL) RW 01, sehingga pembangunannya wajib didampingi dengan kegiatan pengolahan sampah.
“Konsep garis besarnya itu adalah nuansa kesundaan, kemudian ada pos kamling, kemudian pagar bambu. Dan selebihnya seperti ornamen, pernak-pernik lain itu dikembalikan kepada kreativitas warganya,” tambahnya.
Kades mengakui, penataan di lapangan tidak bisa kaku sesuai RAB 50 sampai 100 meter, karena kondisi eksisting banyak rumah warga yang sudah berpagar permanen.
“Kalau mengikuti aturan itu 2 meter sampai 3,5 meter. Tapi kan di lapangan ada rumah yang sudah terpagar. Jadi untuk yang sudah punya pagar tidak kita bongkar, tapi kita kasih sentuhan kesundaannya. Ada konsepnya, kita tambahkan ornamen bambu di atas pagarnya supaya tetap indah dan sesuai,” jelasnya.
Selain pagar dan pos ronda bernuansa bambu, program ini juga dilengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 14 titik dengan tiang dan ornamen bambu, bukan PJU biasa.
Sama seperti desa lain, Tamansari juga mengedepankan pemberdayaan ekonomi lokal. Semua material bambu yang ada di wilayah dibeli dari warga.
“Bambu yang ada di sini kita beli di sini. Itu kan bisa menaikkan ekonomi warga juga,” tegasnya.
Tim KRL RW 01 pun memiliki harapan besar, kawasan Dayeh Pajajaran ke depan bisa menjadi destinasi wisata edukasi kampung ramah lingkungan yang akan mengundang banyak pengunjung dan menggerakkan UMKM lokal.
Di akhir, Kades Sunandar menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bogor.
“Secara pribadi saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Bantuan ini sangat besar manfaatnya di bidang infrastruktur, penataan lingkungan, kebersihan, pendidikan, dan sebagainya,” pungkasnya.(Nia)

Leave a Reply