Kabarindonesianews — Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane pada 2026 mendapat sorotan dari sejumlah kelompok tani penerima manfaat di wilayah Bogor Selatan.
Sejumlah kelompok tani mengaku keberatan dengan adanya potongan anggaran yang menurut mereka nilainya cukup besar, bahkan disebut mencapai hampir 50 persen.
Potongan tersebut, menurut pengakuan kelompok tani, disebut berkaitan dengan biaya pengusulan program dan pendampingan.
Salah seorang penerima program yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan kepada awak media, Kamis (3/9/2026), bahwa pada dasarnya program P3TGAI dinilai sangat membantu masyarakat.
Namun, ia mengaku keberatan dengan besarnya potongan yang harus ditanggung kelompok.
“Kalau untuk programnya bagus, tapi kami merasa keberatan dengan pemotongan yang begitu besar. Kalau tahu dari awal sistem pemotongannya seperti itu, lebih baik saya tidak mengajukan atau menolak. Tapi ini kan program sudah berjalan dan pencairannya dilakukan dengan sistem dua termin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerjaan pada tahap pertama telah diselesaikan meski kelompoknya harus menggunakan dana talangan agar pekerjaan tetap berjalan dan selesai tepat waktu.
“Pekerjaan tahap satu sudah kami selesaikan karena menggunakan dana talangan. Menurut saya, sekarang dikerjakan dan hasilnya harus maksimal,” katanya.
Namun, persoalan kembali muncul ketika pencairan tahap kedua dilakukan. Menurut pengakuannya, dana tahap kedua yang nilainya sekitar Rp50 juta setelah dicairkan kemudian dibawa oleh kordinator pendamping.
Padahal, kata dia, kelompok tani masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pekerja dan pemasok material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Begitu pencairan tahap dua, uang yang hitungannya sekitar Rp50 juta itu langsung digondol oleh kordinator pendamping. Padahal kami masih punya utang kepada kuli dan untuk material. Saya merasa kecewa dan dirugikan,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat menyampaikan persoalan tersebut kepada kordinator pendamping.malah kalau ada yang nanya arahkan saja untuk menghubungi Gugun yang disebut sebagai kordinator pendamping P3TGAI.
ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler, baik melalui WhatsApp maupun ditelpon, Jumat 4 -09-2026.Gugun selaku koordinator pendamping tidak merespon. (Red)
Leave a Reply