MTsN Kota Bogor Torehkan Prestasi di PORSENI Madrasah Jabar 2026, Bulu Tangkis Putri Raih Perak dan Voli Putra Juara Bersama

KabarIndonesiaNews  Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Tasikmalaya.

Dalam ajang yang mempertemukan siswa-siswi madrasah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat tersebut, kontingen MTsN Kota Bogor berhasil membawa pulang medali perak cabang bulu tangkis putri serta meraih juara bersama peringkat ketiga cabang bola voli putra bersama kontingen Majalengka.

Kepala MTsN Kota Bogor, H. Ahmad Tarmiji, S.Ag., M.Pd., mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah. Menurutnya, prestasi itu menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi melalui jalur nonakademik.

“Alhamdulillah, kita bersyukur. Bulu tangkis putri berhasil menjadi juara dua dan voli putra juara bersama dengan Majalengka untuk posisi ketiga,” ujar Ahmad Tarmiji.
Voli Putra Tembus Semifinal

Pada cabang bola voli, MTsN Kota Bogor dipercaya mewakili Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs dalam ajang tingkat provinsi tersebut. Kepercayaan itu diberikan karena MTsN Kota Bogor selama ini dinilai memiliki prestasi yang cukup baik, khususnya pada cabang bola voli dan bulu tangkis.

Tim voli putra MTsN Kota Bogor harus melalui sejumlah pertandingan sebelum akhirnya memastikan tiket semifinal. Mereka berhasil meraih kemenangan saat menghadapi sejumlah tim dari daerah lain, termasuk Cirebon dan Kuningan.

Di babak semifinal, tim voli putra Kota Bogor harus mengakui keunggulan Ciamis. Hasil tersebut membuat Kota Bogor menempati posisi juara bersama peringkat ketiga dengan Majalengka. Sementara pertandingan final mempertemukan Tasikmalaya dan Ciamis.

Untuk tim voli putri, perjuangan Kota Bogor harus terhenti pada babak 16 besar.
Dalam mengikuti cabang voli, kontingen Kota Bogor juga mendapatkan dukungan pemain dari MTs Al Inayah. Hal tersebut dilakukan karena pada tingkat provinsi, para pemain tidak lagi membawa nama satu madrasah, melainkan mewakili Kota Bogor.

Bulu Tangkis Putri Sumbang Medali Perak
Prestasi lainnya datang dari cabang bulu tangkis. MTsN Kota Bogor mengirimkan dua atlet, masing-masing satu siswa putra kelas IX dan satu siswi putri kelas VIII.

Meski atlet putra harus terhenti lebih awal, perjuangan atlet putri mampu melaju hingga babak final dan akhirnya meraih juara kedua atau medali perak.

“Yang putri masuk final dan alhamdulillah juara dua, dapat perak. Ini tentu menjadi kebanggaan karena persaingannya bukan hanya dari Kota Bogor, tetapi dari madrasah-madrasah di seluruh Jawa Barat,” kata Ahmad.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi modal berharga bagi para atlet muda MTsN Kota Bogor. Terlebih, atlet bulu tangkis putri yang meraih juara dua saat ini masih duduk di kelas VIII sehingga masih memiliki kesempatan untuk kembali berprestasi pada tahun berikutnya.

“Pesan saya kepada anak-anak, teruslah berprestasi. Yang sekarang kelas VIII masih punya kesempatan di kelas IX. Yang kelas VII juga masih banyak kesempatan. Kalau dibutuhkan, insya Allah kita akan terus kirim atlet-atlet terbaik,” tuturnya.

Dukungan Orang Tua Jadi Kunci
Di balik keberhasilan kontingen MTsN Kota Bogor, terdapat dukungan besar dari para orang tua siswa.

Ahmad Tarmiji mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam keberangkatan kontingen. Kebutuhan selama mengikuti kegiatan di Tasikmalaya cukup besar, mulai dari transportasi selama tiga hari, konsumsi, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
Namun, para orang tua menunjukkan kepedulian dan dukungan sehingga para siswa tetap dapat mengikuti PORSENI tingkat provinsi.

“Awalnya kita berpikir apakah berangkat atau tidak karena anggarannya terbatas. Tetapi orang tua memberikan dukungan. Anak-anak datang dan menyampaikan siap berangkat. Akhirnya orang tua ikut membiayai, termasuk untuk voli dan bulu tangkis,” ungkapnya.

Ia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan prestasi siswa. Menurutnya, prestasi tidak akan lahir tanpa adanya sinergi antara madrasah, siswa, pelatih dan orang tua.
Dorong Komite Madrasah Berperan dalam Pembinaan

Ke depan, Kepala MTsN Kota Bogor berharap keberadaan komite madrasah dapat semakin optimal sehingga pembinaan dan pengembangan potensi siswa, termasuk bidang olahraga dan seni, dapat dilakukan secara lebih terencana.

“Kepenginnya komite ini berjalan. Jadi kalau ada kegiatan PORSENI tingkat provinsi atau nasional, kita tidak pusing lagi soal pembiayaan. Ada anggaran yang memang dipersiapkan untuk mendukung kegiatan dan keberangkatan anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan orang tua tetap dibutuhkan karena anggaran pemerintah melalui DIPA memiliki keterbatasan dan tidak selalu dapat memenuhi seluruh kebutuhan kegiatan.
Menurut Ahmad, investasi terhadap prestasi siswa merupakan bagian penting dari pendidikan. Sebab, madrasah tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka yang memiliki kemampuan di bidang olahraga dan seni.

“Ketika masuk sekolah ada jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Prestasi nonakademik ternyata anak-anak kita mampu berbicara sampai tingkat Provinsi Jawa Barat. Ini membuktikan bahwa kalau anak-anak diberikan kesempatan dan pembinaan yang baik, mereka bisa berprestasi,” pungkasnya.

Prestasi MTsN Kota Bogor pada PORSENI Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 di Tasikmalaya menjadi bukti bahwa potensi siswa madrasah mampu bersaing di tingkat provinsi. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi madrasah untuk terus memperkuat pembinaan olahraga dan seni dengan dukungan orang tua serta seluruh pihak terkait.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*