Diduga Pemilik Pesantren Lecehkan Murid di Rumahnya Sendiri

KabarIndonesiaNews— Seorang pemilik pesantren di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, berinisial Nwi, diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap seorang murid berinisial S. Dugaan tersebut disebut terjadi sekitar tahun 2023 ketika S masih menjadi peserta didik di sebuah SMK yang sekaligus berada dalam lingkungan pesantren tersebut.

Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa itu terjadi pada malam hari selepas waktu Isya di rumah milik Nwi. Saat itu, S disebut berada di area yang berdekatan dengan kamar istri Nwi.

Dalam keterangannya kepada keluarga, S mengaku dirinya mendapat perlakuan tidak senonoh dari Nwi. Dugaan tindakan tersebut kemudian membuat S memilih meninggalkan pesantren pada malam itu.

Setelah kejadian, S disebut meninggalkan pesantren sekitar tengah malam dan menaiki angkutan umum menuju arah Bogor. Namun, karena waktu sudah larut, angkutan yang menuju wilayah Cipicung, Cijeruk, disebut sudah tidak beroperasi.

S kemudian disebut bermalam di sekitar kawasan BTM–Empang, Kota Bogor, sambil menunggu angkutan umum pada pagi hari yang menuju wilayah Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Setibanya di rumah, S kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Menurut informasi yang disampaikan, orang tua S kemudian melaporkan dugaan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Nwi Disebut Datangi Rumah Orang Tua S

Pada pagi hari setelah kejadian, Nwi disebut mendatangi kediaman orang tua S di Kampung Bentik, RT 06/RW 03, Cipicung. Kedatangan tersebut disebut berkaitan dengan upaya meminta maaf dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Menurut keterangan yang diperoleh, Nwi telah dua kali mendatangi rumah orang tua S untuk membicarakan persoalan tersebut.

Namun, karena dugaan peristiwa tersebut telah masuk dalam ranah hukum, penyelesaian secara kekeluargaan disebut tidak serta-merta menghentikan proses hukum. Status perkara tersebut perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Dugaan Laporan Dicabut

Belakangan muncul informasi bahwa laporan terkait dugaan kejadian tersebut diduga telah dicabut oleh Iw, yang disebut sebagai orang tua S, Apabila informasi tersebut benar, perlu ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian mengenai status laporan dan apakah proses penanganan perkara tersebut masih berjalan atau telah dihentikan. Ketika di Konfirmasi kepada Abd, diduga anak dari Nwi mengatakan ” bapak salah orang” ujar Abd.

Perlu ditegaskan bahwa pencabutan laporan, apabila benar terjadi, tidak dengan sendirinya menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa dugaan peristiwa tersebut terbukti atau tidak terbukti. Hal tersebut bergantung pada status hukum dan hasil penanganan aparat penegak hukum.

Hingga berita ini disusun, Kabarindo belum memperoleh keterangan langsung dari Nwi terkait tuduhan tersebut maupun keterangan resmi terbaru dari kepolisian mengenai status laporan. Oleh karena itu, informasi mengenai dugaan pelecehan tersebut masih perlu dikonfirmasi dan diverifikasi lebih lanjut.

Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Nwi, pihak keluarga S, pengelola pesantren, maupun pihak kepolisian agar pemberitaan tetap berimbang dan sesuai dengan prinsip jurnalistik. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*