Kabarindonesianews – SMP Negeri 14 resmi menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan mengusung konsep “MPLS Ramah”. Kegiatan yang diikuti oleh 360 siswa baru ini dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Heri Sumardi, selaku Kesiswaan sekaligus ketua panitia, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar pengenalan lingkungan fisik sekolah, melainkan upaya untuk menanamkan kebiasaan positif sejak dini.
“Di sini ditekankan bahwa MPLS akan berlangsung secara aman, nyaman, dan tanpa kekerasan,” ujar Heri.
Materi Komprehensif dan Literasi Digital Selama masa orientasi, para siswa baru mendapatkan berbagai materi wajib dari kementerian, di antaranya 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pendidikan karakter, kurikulum, wawasan kebangsaan, hingga bela negara.
Selain itu, sekolah memberikan perhatian khusus pada literasi digital untuk membekali siswa agar bijak dalam bermedia sosial.Inovasi Lingkungan dan Kepedulian Sosial Salah satu program unggulan dalam MPLS tahun ini adalah “Giat Asri”, sebuah inisiatif penanaman pohon yang menjadi padanan modern dari kerja bakti.
Setiap siswa dianjurkan membawa satu tanaman dari rumah untuk ditanam di lingkungan sekolah setiap hari Jumat.Tidak hanya fokus pada pengembangan diri, sekolah juga menanamkan nilai kepedulian sosial melalui rencana kegiatan bakti sosial (baksos) yang akan dilaksanakan pada penutupan MPLS.
Tahun ini, sekolah menargetkan bantuan sebanyak 100 paket, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 50 paket.
Dalam sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 14, Dra. Dwi Nurharyani, M.Si, berharap melalui MPLS Ramah ini, siswa baru dapat beradaptasi dengan budaya sekolah secara lancar dan siap mengikuti seluruh program pendidikan dengan penuh semangat. Rangkaian kegiatan ini nantinya akan ditutup dengan demo ekstrakurikuler yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka.
Pembahasan berfokus pada pelaksanaan MPLS Ramah di SMP 14 Kota Bogor , mulai dari jadwal kegiatan, materi wajib, hingga penutupan acara. Inti yang ditekankan adalah menciptakan suasana pengenalan sekolah yang aman, nyaman, dan tanpa kekerasan, sekaligus membiasakan siswa kelas 7 dengan budaya serta program sekolah.
Jumlah siswa kelas 7 yang baru tercatat 360 siswa, tersebar dalam 9 kelas dengan isi 40 siswa per kelas.
Materi Wajib dan Penguatan Karakter Materi yang disampaikan mengikuti ketentuan dari kementerian, termasuk Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi ceria,
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,Sopan Santun Bermedia Sosial,Wawasan Kebangsaan & Tata Krama,Pengenalan Lingkungan & Kurikulum,Pembiasaan ASRI & Anti-Kekerasan,
Siswa kelas 7 dianjurkan membawa satu tanaman dari rumah, sesuai anjuran dinas, sebagai bagian dari gerakan satu anak satu pohon.
Tanaman yang dibawa boleh berupa tanaman buah maupun tanaman bunga.
Heri menjelaskan bahwa MPLS RAMAH dirancang untuk memberikan pengalaman belajar pertama yang positif bagi seluruh murid baru.
“MPLS RAMAH bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan karakter, kedisiplinan, dan budaya saling menghormati. Kami ingin seluruh murid baru merasa aman, diterima, dan termotivasi untuk belajar serta mengembangkan potensi terbaiknya di SMPN 14 Kota Bogor” ujarnya.(Nia)
Leave a Reply