KabarIndonesiaNews | Bogor – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) IV dari Fraksi Partai Golkar, Ridwan Muhibi, menggelar Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 di Aula Kantor Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi yang akan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil IV, yakni Ridwan Muhibi (Fraksi Golkar), H. Wasto, S.Hut., M.Pd. (Fraksi PKS), Azwar Anas (Fraksi NasDem), dan Ruhiyat Sujana (Fraksi Demokrat). Hadir pula unsur Forkopimcam Tenjolaya, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat.
Melalui dialog interaktif, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak di wilayah Kecamatan Tenjolaya. Aspirasi tersebut di antaranya rehabilitasi SDN Sinarwangi, pembangunan jembatan penghubung Desa Situ Daun dan Desa Cinangneng, serta rehabilitasi Kantor Kecamatan Tenjolaya guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Ridwan Muhibi menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun dan dikawal melalui mekanisme pembahasan di DPRD Kabupaten Bogor agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
> “Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Seluruh usulan yang disampaikan akan kami kawal sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku, baik di bidang pendidikan maupun pembangunan infrastruktur,” ujar Ridwan Muhibi.
Selain membahas pembangunan, Ridwan Muhibi juga mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pinjaman online (pinjol), khususnya pinjaman online ilegal yang semakin marak. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman cepat tanpa memahami risiko serta memastikan legalitas penyelenggara layanan keuangan tersebut.
Menurutnya, rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu penyebab masyarakat terjerat pinjaman berbunga tinggi yang berdampak pada kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan layanan keuangan resmi yang diawasi oleh otoritas berwenang.
Ridwan berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Ia menegaskan, kegiatan reses bukan hanya menjadi wadah penyampaian usulan pembangunan, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Laporan: Jemi Kurniawan
Leave a Reply