KabarIndonesiaNews – LSM BARAK Indonesia MARCAB Kabupaten Bogor mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan penanganan terhadap longsoran tebing yang terjadi di wilayah Desa Cibitung Wetan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta mengancam akses transportasi yang menjadi jalur penghubung penting menuju Sukabumi dan Pelabuhan Ratu.
Wakil Ketua II MARCAB Kabupaten Bogor, Adi Candra yang akrab disapa Adi Rella, mengatakan longsoran tebing tersebut telah terjadi sekitar empat bulan lalu. Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat adanya pekerjaan perbaikan yang signifikan di lokasi tersebut.
“Saya sudah menyampaikan laporan dan informasi terkait kondisi ini kepada pihak terkait, termasuk instansi teknis dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Respons yang kami terima cukup baik dan bahkan ada komitmen bahwa lokasi tersebut akan segera ditangani. Namun sampai saat ini masyarakat masih menunggu realisasi di lapangan,” ujar Adi Rella, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, posisi longsoran saat ini sudah sangat dekat dengan badan jalan kabupaten yang menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian. Jalan tersebut juga merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Bogor dengan Sukabumi dan Pelabuhan Ratu.
Ia mengkhawatirkan kondisi tersebut akan semakin parah apabila tidak segera ditangani, terutama saat memasuki musim hujan yang berpotensi memicu longsor susulan.
“Kami khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan. Ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, longsoran bisa semakin besar dan berisiko memutus akses jalan. Bahkan bukan tidak mungkin dapat menimbulkan korban jiwa akibat material longsor yang jatuh secara tiba-tiba,” tegasnya.
Adi Rella menjelaskan, selain mengancam pengguna jalan di bawah tebing, di bagian atas lokasi longsoran juga terdapat akses jalan desa yang digunakan warga Desa Cibitung Wetan untuk beraktivitas sehari-hari. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar dapat memberikan perlindungan bagi seluruh masyarakat yang terdampak.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, LSM BARAK Indonesia MARCAB Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Ketua MARCAB Zulfa Rachmania terus mendorong langkah-langkah preventif terhadap berbagai persoalan infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.
“Kami berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kerusakan yang lebih parah atau bahkan menimbulkan korban. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain itu, Adi Rella juga menekankan pentingnya peran aktif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dalam melakukan pemantauan serta mitigasi terhadap titik-titik rawan longsor di wilayah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, instansi teknis, dan masyarakat sangat diperlukan agar potensi bencana dapat diminimalkan sejak dini.
“BPBD dan seluruh pihak terkait harus bergerak cepat. Jangan sampai kondisi yang sudah jelas berpotensi membahayakan ini justru dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa keselamatan mereka benar-benar menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang saat ini relatif stabil harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk segera melakukan penguatan tebing dan perbaikan infrastruktur sebelum memasuki musim penghujan.
Melalui penyampaian aspirasi tersebut, LSM BARAK Indonesia MARCAB Kabupaten Bogor berharap pemerintah daerah segera merealisasikan langkah penanganan yang telah direncanakan. Menurut mereka, dorongan yang disampaikan bukan semata-mata bentuk kritik, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, perlindungan fasilitas publik, serta keberlangsungan akses transportasi yang aman dan nyaman bagi warga Kabupaten Bogor.
(Jemi Kurniawan)
Leave a Reply