Kabarindonesianews | Bogor — Rabu, 27 Mei 2026 Kegiatan pemotongan hewan kurban di Masjid Jami’ Al-Amin yang berlokasi di Jalan Raya Semplak berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Ketua Panitia Kurban, H. Faqih Hidayat mengatakan bahwa pelaksanaan kurban di masjid tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang terus berjalan dengan baik dari tahun ke tahun.
Menurutnya, pelaksanaan kurban tahun ini menjadi momen terakhir dirinya menjabat sebagai ketua panitia setelah beberapa tahun dipercaya mengemban amanah tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Saya sendiri sudah beberapa periode menjadi panitia, dan tahun ini menjadi tahun terakhir saya menjabat,” ujarnya.
Untuk tahun ini, panitia menerima sebanyak 5 ekor sapi dan 34 ekor kambing. Dari jumlah sapi tersebut, tiga ekor merupakan hasil patungan tujuh orang, sementara dua ekor lainnya berasal dari kurban perorangan.
Hidayat menjelaskan, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu jumlah kambing tercatat sekitar 23 ekor, kini meningkat menjadi 34 ekor.
“Alhamdulillah ada kenaikan. Mungkin ini karena animo dan kepercayaan masyarakat kepada Masjid Al-Amin semakin baik dari tahun ke tahun,” katanya.
Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar wilayah RW 03 serta beberapa wilayah lain di sekitarnya. Panitia menargetkan sekitar 800 paket daging kurban untuk dibagikan kepada warga.
“Untuk saat ini di area RW 03 saja sekitar 750 paket, tapi kami siapkan hingga 800 paket,” jelasnya.
Dalam proses pendistribusian, panitia tidak menggunakan sistem kupon secara umum, melainkan melakukan pendataan terlebih dahulu dari masing-masing wilayah agar pembagian lebih tepat sasaran.
“Kami mengumpulkan data dari tiap wilayah, berapa warga yang membutuhkan, lalu disesuaikan agar pembagiannya merata,” tambahnya.
Menariknya, pembagian daging kurban di Masjid Jami Al-Amin juga diberikan tanpa memandang latar belakang agama. Hidayat menegaskan bahwa semangat kurban adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada sesama.
“Islam itu rahmatan lil alamin. Jadi saya tidak melihat harus muslim saja. Kasih sayang itu milik Allah untuk semuanya. Tugas kita sebagai manusia adalah menyampaikan kasih sayang itu kepada sesama,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para pekurban agar memahami makna kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk keikhlasan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kepedulian sosial.
“Makna kurban itu mendekatkan diri kepada Allah dan berbagi kasih sayang kepada sesama. Hanya orang-orang yang penuh kasih sayang yang dekat dengan Tuhan,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Hidayat berharap Masjid Jami Al-Amin ke depan dapat terus menjadi tempat pelayanan umat dan pusat kegiatan sosial masyarakat.
“Kami pengurus masjid hanya ingin melayani masyarakat. Semoga ke depan Masjid Jami Al-Amin semakin bermanfaat, semakin maju, dan terus menjadi tempat edukasi serta kebersamaan warga,” pungkasnya.(Nia)
Leave a Reply