Pemerintah Kecamatan dan Desa Tinjau Lokasi Longsor di Sukadamai

Kabarindonesianews-Akibat curah hujan yang tinggi, terjadi longsor yang merusak rumah warga di Kampung Mangga Dua, RT 03 RW 01, Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (19/4/2026).

Longsor diduga dipicu oleh aliran irigasi yang mengecil dan tersumbat, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dan menggerus tanah di sekitar permukiman warga.

Salah satu korban, Ayub, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.10 WIB.

“Air dari saluran yang mampet meluap ke arah kiri, lalu menyebabkan longsor. Bagian rumah saya yang terdampak itu kamar mandi, dapur, dan penampungan air,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia memperkirakan kerugian material yang dialaminya mencapai Rp50 juta hingga Rp100 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Korban lainnya berada di Kampung Kuripan, RT 03 RW 06, Desa Sukadamai. Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan mengakibatkan kerusakan pada sebagian rumah warga.

Korban mengaku saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah seorang diri. Tiba-tiba longsor terjadi dari bagian belakang rumah hingga merusak bangunan.

“Perkiraan kerugian sekitar Rp5 juta. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Warga Kampung Kuripan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Sukadamai atas bantuan material yang telah diberikan dalam penanganan dampak longsor.

“Kami selaku warga Kampung Kuripan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sukadamai yang telah membantu material untuk kami,” ujar salah satu warga.

Sementara itu, Kepala Desa Sukadamai, H. Pepen, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi dan segera mengambil langkah penanganan darurat.

“Kami dari pemerintah desa akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani dampak longsor ini. Meskipun keterbatasan anggaran menjadi kendala, keselamatan dan kenyamanan warga tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembersihan material longsor serta normalisasi aliran irigasi akan segera dilakukan bersama aparat desa dan masyarakat setempat guna mencegah kejadian serupa.

Selain itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, karena menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air.

“Persoalan sampah ini menjadi perhatian serius. Kami berharap kesadaran masyarakat meningkat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Diperkirakan, biaya penanganan awal untuk pembersihan dan perbaikan sementara mencapai sekitar Rp3 juta. Saat ini, kondisi di lokasi mulai berangsur kondusif dan aliran air sudah kembali normal.

Warga berharap adanya perbaikan permanen pada saluran irigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Jemi Kurniawan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*