Kabarindonesianews-Dramaga, 2 Februari 2026,Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV, H. Wasto Sumarno, S.Hut., M.Pd., meninjau langsung kondisi ruas jalan penghubung Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, dengan Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, yang mengalami kerusakan cukup parah. Peninjauan ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga terkait kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna, khususnya pengendara roda dua.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, H. Wasto didampingi Camat Dramaga Atep S. Sumaryo, S.H., M.M., perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), UPT Jalan dan Jembatan, serta Kepala Desa Ciherang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DPRD bersama pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kondisi infrastruktur secara langsung di lapangan.
H. Wasto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasi dan keluhan kepada pemerintah daerah.
“Kami dari DPRD bersama Pak Camat dan jajaran pemerintah daerah melalui DPUPR mengucapkan terima kasih atas perhatian dan aspirasi masyarakat. Masukan ini sangat penting sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah,” ujar H. Wasto.
Ia menegaskan bahwa ruas jalan Ciherang Cutak–Ciherang Kidul telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor dan masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun 2026, dengan rencana penanganan sepanjang kurang lebih 2,1 kilometer melalui betonisasi.
“Insya Allah, berdasarkan nomenklatur dan data yang ada, ruas jalan ini diprioritaskan tahun ini. Memang ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari administrasi, perencanaan teknis hingga proses lelang. Namun yang jelas, Bupati Bogor telah memberikan atensi khusus terhadap jalan ini,” jelasnya.
Terkait lambatnya penanganan infrastruktur di sejumlah wilayah, H. Wasto mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan utama. Menurutnya, pemerintah daerah harus membagi anggaran secara proporsional untuk seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Anggaran kita terbatas dan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan. Semua infrastruktur dianggap prioritas, sehingga dibutuhkan kelegowoan bersama. Namun aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung tingginya curah hujan di Kabupaten Bogor yang kerap mempercepat kerusakan jalan. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan jenis konstruksi jalan yang lebih kuat dan berumur panjang.
“Jika aspal dinilai kurang bertahan lama di kondisi tertentu, maka beton menjadi alternatif yang lebih tepat. Pemerintah daerah terus mencari solusi terbaik agar pembangunan jalan lebih berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain perbaikan badan jalan, H. Wasto menekankan pentingnya pembangunan sistem drainase sebagai satu kesatuan dalam proyek peningkatan jalan.
“Drainase sangat penting agar aliran air tertata dengan baik dan tidak merusak badan jalan. Harapannya, pembangunan jalan ini nantinya dibarengi dengan sistem drainase yang memadai,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Dramaga Atep S. Sumaryo menyampaikan bahwa kunjungan lapangan tersebut merupakan bentuk respons nyata pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang berharap perbaikan jalan dapat segera direalisasikan.
“Hari ini saya mendampingi Ketua Komisi IV bersama UPT Jalan dan Jembatan serta kepala desa untuk menindaklanjuti atensi masyarakat. Mudah-mudahan hasil kunjungan ini benar-benar menjadi prioritas dan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Ciherang, Suherwin, S.H., mengaku bersyukur atas perhatian DPRD dan pemerintah daerah terhadap kondisi jalan di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa selama ini pemerintah desa bersama warga telah melakukan penanganan sementara demi mengurangi risiko kecelakaan.
“Kami bersama masyarakat berupaya menutup lubang-lubang jalan menggunakan material seadanya agar tidak membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Dengan adanya kunjungan ini, kami berharap perbaikan jalan dapat segera terealisasi,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan jalan Ciherang–Ciapus dapat segera dilaksanakan sehingga mobilitas warga, aktivitas ekonomi, dan keselamatan masyarakat semakin terjamin.
Jemi Kurniawan
Leave a Reply