Kabarindonesianews-Ketahanan pangan merupakan bagian dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024 sehingga pemerintah memprioritaskan program peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan.
Pemdes Bojong Jengkol melalui Universitas Trilogi mendukung agenda ini dengan menginisiasi Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Ketahanan Pangan.
Program tersebut bertujuan menciptakan ketahanan pangan masyarakat dengan penggunaan lahan petani sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Jenis bantuan yang diberikan Universitas Trilogi berupa pemanfaatan lahan, edukasi, penyuluhan, dan pelatihan di bidang pertanian serta manejemen petani tidak rugi saat panen.
Bantuan itu merupakan wujud nyata dukungan perusahaan dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup, perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta dapat meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat setempat.
Kepala desa Bojong Jengkol Awaludin Ma’rifatulah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud konkret keseriusan Desa dalam meningkatkan produktivitas masyarakat di bidang pertanian.
“Kolaborasi dan sinergi semua pihak yang terlibat baik dari regulator daerah, universitas trilogi, maupun masyarakat diharapkan dapat mewujudkan tercapainya tujuan program untuk kesejahteraan para petani.
Desa Bojong Jengkol memiliki 40 hektar lahan sawah yang akan siap ditanam padi dan dibantu Citra sebagai alumni ITB. Masyarakat Bojong Jengkol akan menciptakan lumbung Desanya maupun dikecamatan Ciampea.
Awaludin masih menggerakan program menanam jeruk limau. 700 jenis pohon limau sudah siap dibagikan per RT 20 pohon jeruk limau. Tujuan untuk mensejahterakan masyarakat Bojong Jengkol misalnya warga sakit, meninggal hasil penjualan bisa digunakan membantu, semua ini melibatkan karang taruna.
“Saya berharap semoga program pemberdayaan masyarakat ini dapat turut memajukan pertanian serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tutur awaludin.(Nia)
Leave a Reply