Kabarindonesianews—Pemerintah Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan RKPDesa Tahun Anggaran 2027. Selasa (22/09/2026)
Kepala Desa Cihideung Ilir, H. Ilman, mengungkapkan bahwa mayoritas usulan warga masih berkutat pada persoalan klasik, yakni pembangunan jalan lingkungan.
“Untuk kegiatan Musrenbang hari ini memang secara umum mayoritas usulan kami di beberapa wilayah RW, PR-nya masih jalan lingkungan ya,” ujar H. Ilman kepada awak media.
Ia menjelaskan, dengan keterbatasan Dana Desa yang kecil, pembangunan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2026, pembangunan jalan lingkungan baru terealisasi sekitar 50 persen, dan sisanya akan dilanjutkan di tahun 2027.
Kades H. Ilman membeberkan dua prioritas utama untuk RKPDesa 2027.
Pertama, Infrastruktur Jalan Lingkungan. Hal ini dikarenakan anggaran Bankeu (dulu Samisade) tidak menyasar jalan lingkungan, sehingga harus ditopang oleh Dana Desa.
Kedua, Pemberdayaan Masyarakat Mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, penanganan sampah, hingga usulan dari Karang Taruna.
“Bagaimana mengakomodir pemberdayaan masyarakat, pelatihan-pelatihan kapasitas masyarakat yang harus ditingkatkan. Ketika kapasitasnya meningkat, mungkin ke lingkungan juga lebih peduli,” jelasnya.
Isu sampah menjadi perhatian serius. Kades mengaku sudah lelah menangani sampah yang muaranya di Sungai Cihideung.
Punya keunikan geografis yang berdekatan dengan Kampus IPB Dramaga dan Desa Cibanteng, Cihideung Ilir kini menjadi desa transisi dengan banyak kos-kosan mahasiswa dan pendatang.
Kondisi ini membawa dua konsekuensi: meningkatnya volume sampah dan rawan keamanan seperti kasus kehilangan motor yang sering terjadi.
Untuk itu, H. Ilman berpesan agar warga tidak hanya mengandalkan pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
“Pesan kepada warga agar bagaimana ada istilah desa mandiri, untuk masyarakat juga di tingkat RT/RW harus mandiri juga. Mandiri dalam arti bukan semata bicara anggaran, artinya mengelola lingkungan, mengelola sampah, ketertiban umum, keamanan harus ditingkatkan kepeduliannya,” tegasnya.
Musrenbangdes ini sendiri bersifat menampung semua aspirasi warga. Nantinya semua usulan akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran dan menjadi acuan program kerja di tahun 2027.(Nia)

Leave a Reply