Kabarindonesianews – Pemerintah Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor hari ini menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap 2 Tahun 2025.
Kepala Desa Gunung Picung, Abdul Rohim, mengatakan penyaluran kali ini diberikan kepada 98 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Ya, kegiatan hari ini kita membagikan BLT-DD sebanyak 98 KPM. Per RT-nya 2 orang,” ujar Abdul Rohim saat ditemui awak media, Senin (20/09).
Desa Gunung Picung sendiri memiliki 12 RW dan 49 RT. Jumlah KPM yang mencapai 98 orang tersebut sengaja diratakan.
“Kenapa diperbanyak jadi 98? Karena kita takut kalau sedikit, namanya orang pengennya seperti apa. Jadi kita meratakan lah yang benar-benar tidak mampu,” jelasnya.
Setiap KPM pada tahap 2 ini menerima bantuan sebesar Rp 900.000 untuk 3 bulan (Rp 300.000/bulan). Penyaluran dilakukan per 6 bulan dalam 2 tahap.
Anggaran Bankeu Dipangkas, Pembangunan Infrastruktur Tersendat
Abdul Rohim juga mengeluhkan adanya pemangkasan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur yang berdampak cukup berat bagi desa.
“Pengaruhnya berat juga untuk ke desa. Jadi nggak ada sekarang pembangunan infrastruktur model jalan lingkungan. Kita mau ngambilnya dari mana lagi untuk buka jalannya,” keluhnya.
Berbeda dengan desa lain yang mengurangi jumlah KPM saat anggaran dipangkas, Desa Gunung Picung justru menambah KPM dengan cara memperkecil nominal yang diterima agar lebih merata.
Meski anggaran terbatas, pembangunan infrastruktur tetap akan direalisasikan. Anggaran Bankeu sudah cair hari ini.
“Kalau anggaran Bankeu sudah cair hari ini. Realisasinya kemungkinan hari Kamis. Besok hari Rabu kita Musdes dulu untuk pekerjaan yang akan dikerjakan,” kata Rohim.
Untuk infrastruktur, ada dua titik pekerjaan pengaspalan hotmix:
Titik 1 di RW 01:Jalan desa sepanjang 650 meter.
Titik 2 di RW 10 sampai RW 11m Sepanjang 1.500 meter.
Untuk non-infrastruktur dari Bankeu, dialokasikan untuk program Padat Karya, Diet / Stunting, pengelolaan sampah DLH, dan program Satu Sarjana Satu Desa.
Di akhir wawancara, Kades Abdul Rohim berpesan kepada penerima manfaat agar menggunakan bantuan dengan bijak.
“Pesan saya kepada masyarakat yang dapat bantuan, saya mohon dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai dipergunakan untuk bayar bank emok atau bayar pinjol,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, banyak bantuan bansos warga Gunung Picung yang terblokir karena terjerat pinjaman online (pinjol).
“Untuk BLT-DD ini yang benar-benar kita ambil adalah warga yang tidak pernah mendapat bantuan PKH, BPNT dan bantuan lainnya. Yang tidak mampu,” tutupnya.
Abdul Rohim berharap ke depan Desa Gunung Picung bisa lebih maju, sukses, dan lebih transparan lagi dalam pengelolaan anggaran.(Nia)

Leave a Reply