Kabarindonesianews-Dalam rangka menyambung silaturahmi setelah hari besar Islam Idhul Fitri, Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Bogor mengadakan Halal bihalal.
Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor mengadakan liqo syawal atau halal bihalal di Masjid Al Furqon, Jumat (13/5/2022).
Acara ini dihadiri Ketua MUI Kota Bogor KH Tb Muhiddin, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, berbagai pengurus ormas lslam Kota Bogor, perwakilan Polresta Kota Bogor, perwakilan Korem 061/Surya Kencana.
Halal bi halal adalah saling bermaafan di hari lebaran. Lebih tepatnya halal bi halal adalah kegiatan silaturahmi di mana diisi dengan saling maaf memaafkan selama hari raya idul fitri.
Halal bi halal sudah menjadi tradisi di Indonesia. Walaupun kata halal bi halal merupakan kata dari Bahasa Arab, namun orang Arab tidak akan mengerti maknanya karena halal bi halal ini hanya ada di Indonesia dan merupakan kreasi sendiri orang Indonesia.
Rektor IPB University Arif Satria dan Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah H. R. Alpha Amirrachman sebagai penceramah dalam kegiatan ini.
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor Madropi menceritakan sejarah diadakannya halal bihalal di Indonesia. “Setelah Kemerdekaan Bangsa Indonesia mengalami keretakan, Bung Karno meminta saran KH Wahab Chasbullah untuk memberikan saran dan pendapat guna mengatasi situasi politik tersebut,” ungkapnya
Pada saat itu, KH Wahab Abdullah memberikan saran pelaksanaan kegiatan halal bihalal. “Silaturahmi memperkuat ukhuwah Islamiyah,” paparnya.
Ia juga mengutarakan, pandemi Covid-19 mengubah kehidupan sosial, gaya hidup, kepedulian kesehatan meningkat, perlambatan ekonomi, dampak ke pendidikan hingga ekologi.
“Dampak pandemi ke ekologi nyata, aktivitas masyarakat menurun, aktivitas energi, industri menurun sehingga tingkat emisi CO2 menurun. Ini memberi dampak positif ke lingkungan hidup, beri efek positif terhadap beban konsumsi bahan bakar, tapi kebutuhan air meningkat, listrik meningkat. Artinya ada urgensi memperkuat sistem pangan dan kebutuhan mineral,” lanjutnya.
Madropi mengatakan, Covid-29 membawa implikasi terhadap kondisi new normal di dunia Pendidikan. Perubahan iklim membuat dunia Pendidikan mesti mengajarkan tentang Literasi Hijau (Green Literacy), Gaya Hidup Hijau (Green Lifestyle) dan Inovasi Hijau.
“Dengan diadakannya kegiatan Halal bi halal ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan bermaafan atas segala kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, sehingga dapat mengubah hubungan sesama manusia dari benci menjadi senang serta dari sombong menjadi rendah hati.” Ujar Madropi.(imas)
Leave a Reply