Kabarindonesianews– Pemerintah Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, resmi memulai pelaksanaan Bantuan Keuangan (BanKeu) Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun 2026. Sebanyak tujuh program disiapkan, mulai dari pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan sosial masyarakat.
Kegiatan kick off tersebut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Kemang, di antaranya Camat Kemang yang diwakili Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) beserta jajaran, Kapolsek Kemang IPDA Yulita Mega, S.H., serta perwakilan Danramil Kemang yang diwakili ajudan dan Babinsa.
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Bojong, Alif Istifam, menjelaskan bahwa tujuh program BanKeu Akselerasi 2026 dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni infrastruktur dan non-infrastruktur, sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
“Program wajibnya ada tiga, yaitu Dayeuh Pajajaran, Data Desa Digital, dan Satu Sarjana Satu Desa (Sasar Desa).
Kemudian program pilihan berupa BPJS dan infrastruktur. Infrastruktur ada tiga, sehingga totalnya tujuh program. Aturannya sekarang harus dibagi, satu untuk infrastruktur dan dua untuk non-infrastruktur,” jelas Alif.
Tiga Infrastruktur Dipusatkan di Perbatasan Bojong Hilir–Kampung Sawah
Salah satu fokus utama program tahun ini adalah pembangunan infrastruktur yang berada dalam satu hamparan di perbatasan Kampung Bojong Hilir RW 10 dan Kampung Sawah RW 07.
Tiga pekerjaan fisik yang direncanakan meliputi:
• Pembangunan jembatan desa berukuran 8 x 4 meter.
• Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan volume minimal 200 meter
• Betonisasi jalan sepanjang 500 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 0,15 meter
Khusus pembangunan TPT, pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi kontur jalan. Alif menyebutkan, tinggi TPT diperkirakan bervariasi hingga 2,5 meter dengan panjang sekitar 200 meter.
“Untuk TPT, kami menggunakan sistem kubikasi menyesuaikan kontur jalan. Tingginya bervariasi, sekitar 2,5 meter dengan panjang kurang lebih 200 meter. Minimal 270 kubik, target kami bisa sampai 300 kubik,” terangnya.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat mendukung aksesibilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur desa, khususnya di kawasan perbatasan yang menjadi titik pelaksanaan kegiatan.
Empat Program Non-Infrastruktur, 250 Warga Dapat Perlindungan BPJS
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Desa Bojong juga menyiapkan empat program non-infrastruktur yang menyasar penguatan identitas daerah, tata kelola pemerintahan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Keempat program tersebut meliputi:
• Dayeuh Pajajaran<span;>, dengan pekerjaan sepanjang 100 meter di RT 03 RW 10.
• Data Desa Digital, untuk mendukung akurasi data kependudukan.
• Satu Sarjana Satu Desa (Sasar Desa) yang diperuntukkan bagi empat orang, terdiri dari unsur perangkat desa dan masyarakat.
• BPJS Ketenagakerjaan, yang ditujukan bagi 250 warga kurang mampu.
Dalam program Sasar Desa, penerima manfaat terdiri dari Kasi Kesra, Kasi Pemerintahan, bendahara desa yang menempuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara (Binus) Karadenan, serta seorang warga Bojong Kidul RW 03 yang berkuliah di Universitas Boash Rancabungur.
Menurut Alif, program Sasar Desa menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa melalui pendidikan tinggi.
“Program ini sangat bagus untuk perangkat desa. Bagaimanapun, pendidikan masyarakat kita semakin meningkat. Jadi, kalau tidak ditunjang dengan perangkat desa yang minimal S1, akan agak sulit menghadapi masyarakat zaman sekarang,” ungkapnya.
Melalui kick off BanKeu Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun 2026, Pemerintah Desa Bojong optimistis seluruh program dapat dilaksanakan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.
Kombinasi pembangunan infrastruktur, digitalisasi data, peningkatan pendidikan, serta perlindungan sosial diharapkan mampu mendorong kemajuan desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan fokus pembangunan di kawasan perbatasan Bojong Hilir–Kampung Sawah, program BanKeu Akselerasi 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas umum, tetapi juga memperkuat pelayanan pemerintahan dan kesejahteraan warga Desa Bojong.(Nia)

Leave a Reply