Kabarindonesianews-Desa Bantar Jaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor telah melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.
Camat Rancabungur, Dita Aprillia, S.STP menjelaskan bahwa Musrenbangdes ini merupakan penjabaran tahunan dari RPJMDes 8 tahunan yang harus menyesuaikan dengan dinamika di lapangan.
“Ya, kegiatan Musrenbang RKPDes 2027 ini kan merupakan penjabaran dari RPJMDes. Karena memang situasi kondisi di desa itu banyak dinamika perubahan, sehingga dilaksanakanlah perencanaan untuk pembangunan di seluruh bidang untuk tahun 2027,” ujar Dita.
Menurut Dita, progres pembangunan di Desa Bantar Jaya sudah sangat luar biasa.
“Walaupun untuk pembangunan infrastruktur sudah kurang lebih 95% di Desa Bantar Jaya, tapi kita harus mencari di titik-titik yang memang untuk memudahkan akses yang dapat menembus desa-desa yang lain. Harapannya setiap desa ini dapat terkoneksi, terhubung untuk jalan lingkungan,” jelasnya.
Dita optimis, dengan sisa waktu 3 bulan hingga akhir Desember 2026 dan didukung BPD serta konsultan, semua target pembangunan tahun ini dapat terkejar. Ke depan, ia berharap wilayah Rancabungur menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru dengan adanya Sports Center.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bantar Jaya, Muhammad Abdul Rahman, memaparkan hasil Musrenbangdes yang diawali dari Musdus (Musyawarah Dusun) untuk menyerap aspirasi warga.
“Alhamdulillah Desa Bantar Jaya telah melaksanakan Musrenbang Desa dalam rangka penyusunan RKPDes tahun 2027. Hari ini dihadiri unsur kecamatan dan pendamping desa, semuanya hadir,” kata Rahman.
Untuk tahun 2027, fokus infrastruktur akan menggunakan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten senilai Rp 1,5 Miliar di 6 titik:
– Jalan Desa: di RW 06 belakang Bali Resort dan di RW 03 Jalan Rukun (pengaspalan)
– Jalan Lingkungan:di RT 01 RW 01, RT 03 RW 07, RT 01 RW 05, dan RT 01 RW 03
Untuk program kearifan lokal:
– Tahun 2026 (Sekarang): Daya difokuskan di RW 07 dan infrastruktur di 3 lokasi di RW 02
– Tahun 2027 (Mendatang):Daya Pajajaran dan Pakuan akan difokuskan di RW 03 dengan panjang sekitar 200 meter. Konsepnya pembuatan dinding dari bambu, gapura, pengecatan jalan, dan simbol-simbol khas.
Untuk program Satu Sarjana Satu Desa, Desa Bantar Jaya mendapatkan kuota 5 orang.
“Ada 5 orang. Untuk perangkat atau staff ada 3 orang yang dikuliahkan dan untuk masyarakat umum ada 2 orang,” jelas Rahman.
Warga penerima ada di RT 03 RW 06 dan RW 08. Untuk mekanisme seleksi, dibentuk tim seleksi tingkat desa, dilakukan penjaringan pendaftaran, lalu seleksi.
Untuk penempatan kampus, sesuai arahan kabupaten, 3 orang staff diarahkan ke Institut Pinus (PINUS) Bogor, sementara 2 orang warga kuliah bebas di Universitas Boash.
“Anggarannya sebenarnya untuk satu orang, tapi kalau di Pinus bisa untuk dua orang. Makanya yang tiga di IPB Pinus sesuai arahan kabupaten, yang warga bebas,” tambahnya.
Ia berharap Desa Bantar Jaya ke depan semakin maju, mandiri dan lebih sejahtera lagi.(Nia)

Leave a Reply