Pasir Eurih Kirim Air dan Tanah Situs Bersejarah untuk Helaran Hari Jadi Bogor

KabarIndonesiaNews – Pemerintah Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, melaksanakan prosesi pengambilan air dari Sumur Jalatunda dan tanah dari Situs Taman Sri Baginda pada Kamis (18/6/2026). Air dan tanah tersebut akan dibawa dalam rangkaian Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) sebelum diserahkan di Alun-Alun Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Pasir Eurih, Raup Obay, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi yang melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor. Setiap kecamatan mengirimkan air dan tanah yang memiliki nilai sejarah, budaya, maupun filosofi untuk dibawa dalam prosesi helaran.

“Untuk Kecamatan Tamansari, pengambilan air dan tanah dilakukan di Desa Pasir Eurih karena wilayah ini memiliki situs bersejarah dan sumber mata air yang masih terjaga hingga saat ini,” ujarnya.

Menurut Obay, tradisi tersebut berkaitan erat dengan kearifan lokal masyarakat Sunda yang dikenal dengan istilah ngawinkeun cai, yaitu menyatukan air dari berbagai sumber mata air sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan keberkahan.

“Desa Pasir Eurih memiliki tujuh mata air yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan erat kaitannya dengan kegiatan adat Serentaun,” jelasnya.

Ia menuturkan, Sumur Jalatunda dan Situs Taman Sri Baginda merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-14. Berdasarkan cerita yang berkembang secara turun-temurun, lokasi tersebut memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah Kerajaan Sunda pada masa Sri Baduga Maharaja.

“Tempat ini dipercaya sebagai lokasi pemandian dan tempat semedi para raja maupun calon raja di Tatar Sunda. Namun, hal tersebut merupakan bagian dari sejarah dan cerita yang diwariskan oleh para leluhur,” katanya.

Obay juga mengungkapkan bahwa sebelum menjabat sebagai kepala desa, dirinya pernah menjadi juru pelihara (jupel) situs-situs bersejarah di wilayah Pasir Eurih. Ia melanjutkan amanah keluarganya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut.

Selain Sumur Jalatunda dan Taman Sri Baginda, Desa Pasir Eurih juga memiliki sejumlah situs bersejarah lainnya, seperti Leuweng Majusi, Leuweng Keramat, Leuweng Pasir Keramat, dan Batu Karut yang hingga kini masih terjaga keberadaannya.

Melalui momentum Hari Jadi Bogor, Obay berharap perhatian pemerintah terhadap pelestarian situs dan cagar budaya terus ditingkatkan agar warisan sejarah dan budaya daerah tetap lestari serta dapat dikenal oleh generasi mendatang.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor terus memberikan perhatian terhadap benda maupun tempat-tempat peninggalan sejarah. Alhamdulillah selama ini sudah ada perhatian, dan mudah-mudahan ke depan semakin baik lagi,” pungkasnya.

Laporan: JK

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*