Kabarindonesianews– Komunitas sosial Limpul kembali menggelar kegiatan membahagiakan anak yatim. Kali ini, 60 anak yatim binaan Limpul Bogor diajak jalan-jalan bersama sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.
Koordinator Lapangan Limpul Bogor, Yuni, menjelaskan bahwa Limpul telah berdiri sejak tahun 2010. Awalnya, komunitas ini digagas oleh Mas Faujan bersama rekan-rekan kerja di Telkom dan kolega lainnya dengan filosofi sederhana.
“Filosofinya itu Rp50.000. Dulu dari satu angkatan ada 50 orang, masing-masing Rp50.000 per bulan dengan harapan bisa membantu 50 anak yatim atau yatim piatu. Dari sedikit, kalau banyak yang berpartisipasi akan menjadi besar,” ujar Yuni.
Menurut Yuni, bantuan yang diberikan Limpul bukan hanya soal nominal, tapi tentang kehadiran dan kasih sayang.
“Anak yatim itu ada kekosongan ditinggalkan ayah. Kita tidak muluk-muluk, kita cuma pengen bantu mereka punya uang jajan dan merasakan kehadiran kita setiap bulan. Setidaknya mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dan tidak terlantar,” tambahnya.
Saat ini, Limpul Bogor membina 60 anak yatim dan 56 lansia. Selain di Bogor, Limpul juga membantu sahabat difabel di daerah Klaten, Solo, dan Yogyakarta. Pendampingan dilakukan sejak dini hingga lulus SMA.
“Kita bantu sampai SMA. Setelah SMA mereka bisa jalan masing-masing, tapi tetap menjadi bagian dari keluarga Limpul. Buktinya, beberapa pengurus kita hari ini adalah alumni binaan Limpul juga,” jelas Yuni.
Terkait transparansi, Yuni menyebutkan Limpul kini aktif di media sosial. Jika sebelumnya laporan kegiatan hanya dikirim privat kepada donatur, kini semua kegiatan dipublikasikan secara terbuka melalui Instagram resmi *@Limpul Bogor* setelah mendapat izin dari para binaan.
“Kita terbuka untuk kegiatan ini. Semua donatur bisa lihat langsung apa yang kita kerjakan,” tegasnya.
Yuni mengungkapkan, untuk kegiatan selanjutnya pada bulan Oktober dan November, Limpul akan bergantian fokus membantu sahabat difabel yang ada di Klaten dan sekitarnya.
Limpul saat ini memiliki cita-cita untuk bisa mengumpulkan 10.000 donatur agar dapat membantu lebih banyak anak yatim, lansia, dan sahabat difabel di berbagai daerah.
Mengenai bantuan pemerintah, Yuni mengatakan Limpul untuk saat ini masih ingin fokus bergerak secara mandiri dari kepedulian donatur.
“Kita memang pengen yang benar-benar dari kita sendiri dulu,” tutup Yuni. (Jhon)

Leave a Reply