Kemenag dan Pemkot Bogor Sinergi di Peringatan Maulid: Wujudkan Kota Bogor Nanjeur

Kabarindonesianews– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Kota Bogor, Senin 7 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah dan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kota Bogor.

Kegiatan ini dihadiri tidak kurang dari seribu orang yang terdiri dari unsur Majelis Taklim, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Komunikasi Masjid dan Mushola (BKMM), para santri dari berbagai lembaga pendidikan, serta para tokoh agama dan kiai se-Kota Bogor.

aH. Nasri, Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kemenag Kota Bogor selaku panitia peringatan Maulid tahun ini mengusung tema “Dengan Ukhuwah Kita Jalin Kerjasama untuk Kota Bogor Nanjeur”.

“Penggeraknya adalah Kementerian Agama. Kita ingin sekali membangun Kota Bogor untuk yang lebih baik ke depannya. Oleh karena itu, dari semua unsur yang ada di Kementerian Agama dan juga masyarakat kita kumpulkan hari ini,” ujar H. Nasri.

Ia menambahkan, kehadiran para ulama dan majelis taklim sangat penting. “Ternyata kota Bogor itu perlu khidmat ulama secara komprehensif. Dengan wasilah doa-doa mereka hari ini di Masjid Raya ini kita harap pasti terkabul,” katanya.

Pemerintah Kota Bogor diwakili oleh H. Eko Prabowo, A.P., M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan Maulid ini bukan hanya sebagai momentum pertemuan.

“Beliau menyuruhkan agar kegiatan ini diharapkan lebih jauh ada imbasnya, ada impactnya buat masyarakat. Bahwa kegiatan ini adalah berbagai bentuk cinta kita kepada Nabi Muhammad dan kalau bisa terus kecintaan itu kita lakukan dengan berbagai macam kegiatan ritualitas ibadah di masyarakat,” jelas H. Nasri.

Dalam kesempatan tersebut, para ulama dan jamaah juga memanjatkan doa bersama untuk para santri Ponpes Al-Falakiyah yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran.

“Ararahannya tidak jauh, kita harus menjaga semua apalagi kondisinya lagi musim panas seperti ini. Kita juga mendoakan semoga santri tidak ada yang terluka lebih jauh. Tadi saya dengar Pak Wali juga turun tangan untuk membantu Al-Falakiyah membawa santrinya yang terimbas,” ungkapnya.

H. Nasri juga menyampaikan permohonan maaf karena beberapa tokoh tidak bisa hadir, di antaranya Mama Oha yang sedang kurang sehat dan KH. Zulfiqar yang pesantrennya baru terkena kebakaran. Sementara Mama Anam diwakili oleh perwakilan. Tausiyah disampaikan oleh KH. RD. Mustofa Abdullah Bin Nuh dari Al-Ghazali.

H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I, M.EI, Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor* berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih besar lagi ke depannya, bahkan di lingkungan Kantor Kemenag Kota Bogor.

“Alhamdulillah semua jajaran yang kita inginkan mereka hadir. Kita berharap kegiatan ini nanti ke depannya jauh lebih besar lagi, lebih baik lagi,” pungkasnya.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*