Kelapa Kopyor Jadi Magnet Wisata, Festival Kopyor 2026 Ramai Dikunjungi Masyaraka

KabarIndonesiaNews– Ribuan masyarakat memadati kawasan Kebun Kopyor (Kios Kopyor) Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor, Jalan Jabaru II, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, pada gelaran Festival Kopyor 2026 yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026. Mengusung tema “Pesona Kelapa Kopyor dalam Ragam Budaya Kota Bogor”, festival ini menjadi puncak perayaan Hari Jadi Kopyor Bogor yang keempat sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda dalam Calendar of Event Kota Bogor.

Selama penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan beragam kegiatan yang memadukan unsur wisata, edukasi, kuliner, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mulai dari Fun Run, bazar dan tenant UMKM, lomba kreasi kuliner berbahan kelapa kopyor, pertunjukan seni budaya, senam Zumba, lomba mewarnai, hingga hiburan musik. Daya tarik utama festival adalah kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kelapa kopyor langsung dari kebunnya.

Ketua Festival Kopyor 2026, Aditya Rahmat, mengatakan festival ini tidak sekadar menjadi perayaan ulang tahun Kopyor Bogor yang keempat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi kelapa kopyor sebagai komoditas unggulan sekaligus destinasi wisata khas Kota Bogor.

“Festival Kopyor telah menjadi bagian dari Calendar of Event Kota Bogor. Harapan kami kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, semakin besar, semakin meriah, dan mampu memperkenalkan Kopyor Bogor kepada masyarakat yang lebih luas, baik di Bogor maupun di seluruh Indonesia,” ujar Aditya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Kebun Kopyor Bogor yang menawarkan pengalaman berbeda melalui wisata kebun, edukasi, dan kuliner berbahan dasar kelapa kopyor.

Dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut juga disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat membuka Festival Kopyor 2026. Menurutnya, Kebun Kopyor PPKS merupakan aset strategis yang memadukan penelitian, pertanian, kuliner, dan pariwisata dalam satu kawasan.

“Ini sebuah potensi yang luar biasa. Tidak banyak kebun kopyor seluas ini, bahkan mungkin satu-satunya di Indonesia dengan luas mencapai 24 hektare. Di sini bukan hanya kebunnya, tetapi juga pusat penelitiannya berada di lokasi yang sama,” kata Dedie.

Ia optimistis kawasan Kebun Kopyor akan terus berkembang menjadi ekosistem kelapa kopyor yang terintegrasi, mulai dari penelitian, budidaya, hingga pengembangan produk turunannya.

“Penelitinya ada, pohonnya ada, kebunnya ada, komunitasnya ada, produknya ada. Inilah the real Bogor sebagai City of Gastronomy. Potensi ini harus terus dikembangkan agar mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui Festival Kopyor 2026, Pemerintah Kota Bogor bersama penyelenggara berharap kelapa kopyor semakin dikenal sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain menjadi sarana promosi wisata, festival ini juga diharapkan mampu memperkuat UMKM lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Bogor.

(Jemi Kurniawan | KabarIndonesiaNews)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*