Pengajian MUI Dramaga Perkuat Silaturahmi dan Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif

Kabarindonesianews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dramaga menggelar pengajian rutin di Masjid Al Hikmah, Kampung Drabas RT 02 RW 01, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Dramaga, di antaranya Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Dramaga, Kepala Desa Dramaga, Kepala Desa Babakan, Kapolsek Dramaga, Danramil, Ketua MUI Kecamatan Dramaga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur kepemudaan.

Ketua DKM Masjid Al Hikmah, H. Solah, mengatakan pengajian tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.

Menurutnya, pengajian tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, namun juga wadah menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi maraknya kenakalan remaja dan tindak kriminalitas di kalangan generasi muda.

“Melalui pengajian ini, kami berharap masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, dapat lebih menjaga diri dari pergaulan bebas serta tindakan yang mengarah pada kriminalitas,” ujarnya kepada awak media.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam membimbing generasi muda agar memilih lingkungan yang positif serta menjauhi pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

Dalam tausiyah yang disampaikan, jamaah diingatkan mengenai pesan Al-Qur’an agar setiap umat Islam menjaga diri dan keluarganya dari perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam keburukan. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para orang tua agar tidak memberikan kebebasan tanpa pengawasan kepada anak-anak.

Selain itu, pengajian juga menyoroti dampak perkembangan media sosial yang semakin sulit dikendalikan. Penggunaan media sosial secara tidak bijak dinilai dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari penyebaran hoaks, konflik sosial, hingga kasus penipuan dan keretakan hubungan dalam keluarga.

“Media sosial harus digunakan dengan bijak. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Saring sebelum sharing agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Dramaga dengan memperkuat keimanan, meningkatkan komunikasi sosial, serta mempererat pengawasan terhadap generasi muda demi terciptanya lingkungan yang aman, harmonis, dan religius.

(Jemi Kurniawan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*