Kabarindonesianews – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Bogor tengah melaksanakan Ujian Madrasah (UM) sebagai tahapan akhir bagi siswa kelas 9 tahun pelajaran 2025–2026. Ujian ini menjadi penentuan akhir setelah sebelumnya para siswa menyelesaikan ujian praktik dan ujian semester.
Kepala MTSN Kota Bogor, H. Ahmad Tarmidzi, menjelaskan bahwa Ujian Madrasah dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, yakni tanggal 4 sampai 8 Mei 2026.
“Ujian madrasah ini adalah tahap akhir bagi siswa kelas 9. Sebelumnya mereka sudah menyelesaikan ujian praktik dan semester. Setelah ini tinggal menunggu pengumuman kelulusan pada 2 Juni,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah pengumuman kelulusan, siswa kelas 9 sudah tidak lagi mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah kemudian akan fokus pada proses administrasi seperti penulisan ijazah.
Dalam pelaksanaannya, seluruh mata pelajaran diujikan, baik pelajaran umum maupun keagamaan. Setiap harinya siswa dapat menghadapi dua hingga tiga mata pelajaran, sehingga diperlukan kesiapan fisik dan mental yang matang.
Tahun ini, jumlah peserta Ujian Madrasah mencapai 320 siswa. Mereka dibagi ke dalam beberapa ruang ujian dengan kapasitas sekitar 20 siswa per kelas, sehingga total ruang yang digunakan mencapai 15 hingga 16 kelas.
Menariknya, pelaksanaan ujian dilakukan secara digital menggunakan sistem berbasis Google Form yang telah dimodifikasi dengan pengamanan khusus. Sistem ini dirancang agar setiap siswa mendapatkan soal yang berbeda serta tidak dapat membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung.
“Tujuannya untuk menjaga kejujuran dan menghindari kecurangan. Setiap siswa bukan hanya mendapat soal berbeda, tapi juga tidak bisa berpindah aplikasi saat mengerjakan,” jelasnya.
Untuk menunjang kelancaran ujian, pihak sekolah juga menerapkan kebijakan belajar dari rumah bagi siswa kelas 7 dan 8, mengingat seluruh ruang kelas difokuskan untuk pelaksanaan ujian.
Selain aspek teknis, pihak sekolah juga memberikan penguatan mental dan spiritual kepada siswa. Sebelum ujian dimulai, siswa mengikuti kegiatan istighosah dan dikumpulkan di masjid untuk doa bersama.
Kepala sekolah juga memberikan sejumlah pesan penting kepada siswa, di antaranya datang tepat waktu sebelum pukul 07.30 WIB, tidak terburu-buru dalam mengerjakan soal, menjaga waktu istirahat dengan tidur maksimal pukul 22.00 WIB, serta memperbanyak ibadah.
“Jangan merasa cepat selesai itu berarti benar. Gunakan waktu sebaik mungkin, teliti, dan tetap tenang saat mengerjakan,” pesannya.
Di sisi lain, MTSN Kota Bogor juga terus menunjukkan prestasi membanggakan. Salah satu siswa, Hansa Alivia Najiban, berhasil meraih prestasi tingkat nasional di bidang sains tingkat Nasional serta aktif di kegiatan marching band. Prestasi tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Wali Kota Bogor pada peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dalam bentuk pembinaan, pemanggilan orang tua, serta penampilan khusus saat upacara sebagai bentuk motivasi bagi siswa lainnya.
Ke depan, pihak sekolah optimistis peningkatan sarana prasarana, termasuk pembangunan ruang kelas baru, akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan jumlah pendaftar, khususnya melalui jalur prestasi.
“Harapan kami, dengan fasilitas yang semakin baik dan siswa-siswa berprestasi, MTSN Kota Bogor mampu bersaing dan meraih prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tutupnya.(Nia)
Leave a Reply