Kabarindonesianews-Bogor, Jumat, 13 Maret 2026, Polsek Dramaga bersama unsur Forkopimcam, organisasi kepemudaan, serta berbagai stakeholder menggelar koordinasi untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya yang akan berlangsung hingga 25 Maret mendatang.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik serta aktivitas masyarakat selama masa operasi berlangsung.
Menurut IPTU Agripinus Motani Zalukhu, S.H., dalam pelaksanaan operasi tahun ini terdapat pergeseran lokasi Pos Pengamanan (Pospam). Jika sebelumnya berada di simpang JLD depan Duta Berlian, kini pos pelayanan dipindahkan ke depan Mapolsek Dramaga.
Meski demikian, pos yang berada di depan JLD tetap difungsikan untuk pengaturan lalu lintas oleh personel dari Satlantas Polres Bogor bersama Dinas Perhubungan.
Sementara itu, pos pelayanan utama ditempatkan di Mapolsek Dramaga yang akan diisi oleh berbagai unsur seperti tenaga kesehatan, BPBD, PMI, serta stakeholder lainnya. Pos ini disiapkan sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama masa operasi.
Masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat 110 Polres Bogor jika membutuhkan pertolongan. Laporan yang masuk akan langsung diteruskan kepada petugas di lapangan.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya ini, personel dari Polri, TNI, dan pemerintah daerah turut dilibatkan. Selain itu, kepolisian juga mengajak partisipasi berbagai elemen masyarakat seperti KNPI, Karang Taruna, organisasi kemasyarakatan, Saka Bhayangkara, Linmas, hingga komunitas kepemudaan lainnya.
Dari pihak kepolisian sendiri, sekitar 50 personel disiagakan. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah dengan dukungan dari stakeholder lainnya untuk membantu pengamanan wilayah, khususnya di sepanjang Jalan Raya Dramaga yang kerap mengalami kemacetan.
Selain pengamanan lalu lintas, Polsek Dramaga juga membuka layanan penitipan kendaraan bermotor bagi masyarakat yang akan mudik. Warga dapat menitipkan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan membawa kelengkapan surat kendaraan serta identitas diri berupa KTP.
“Kami siap menerima penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik dan khawatir kendaraannya ditinggal di rumah,” ujar IPTU Agripinus.
Pihak kepolisian juga memastikan koordinasi terus dilakukan dengan jajaran Polres Bogor hingga polsek di wilayah lain guna mengantisipasi kemacetan melalui rekayasa lalu lintas seperti pengalihan arus maupun sistem one way sesuai kondisi di lapangan.
Selain itu, masyarakat yang akan mudik diimbau untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan, seperti memeriksa instalasi listrik serta memastikan pintu rumah telah terkunci dengan baik.
Warga juga diminta melaporkan rencana mudik kepada RT/RW atau Bhabinkamtibmas setempat agar petugas dapat melakukan patroli di lingkungan yang ditinggalkan pemilik rumah.
Jemi kurniawan
Leave a Reply