Kabarindonesianews– MTs Negeri Kota Bogor menggelar kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) selama bulan suci Ramadhan yang akan berlangsung mulai Senin hingga Jumat, 9–13 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Kepala MTsN Kota Bogor, Ahmad Tarmiji, mengatakan bahwa kegiatan Sanlat tahun ini berada di bawah koordinasi Habib Amirullah dan dilaksanakan oleh bidang kurikulum bersama para guru.
“Sanlat akan dilaksanakan mulai hari Senin sampai Jumat, 13 Maret, karena tanggal 14 Maret siswa sudah memasuki libur panjang,” ujar Ahmad Tarmiji.
Dalam kegiatan tersebut, siswa akan mendapatkan berbagai materi keagamaan yang berkaitan dengan praktik ibadah sehari-hari. Mulai dari tata cara wudhu yang benar, pelaksanaan salat, hingga hafalan doa-doa salat tarawih dan doa kamilin.
Menurutnya, pembelajaran tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapannya ketika mereka sudah lebih dewasa, bahkan saat masih SMP pun, mereka sudah bisa membantu di masyarakat, misalnya menjadi bilal atau memimpin doa saat salat tarawih dan witir,” jelasnya.
Selain pembelajaran keagamaan, MTsN Kota Bogor juga menerapkan konsep pesantren ekologi yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti menjaga kebersihan sekolah, penanaman pohon, hingga rencana pembangunan taman sekolah.
Ahmad Tarmiji menegaskan bahwa lingkungan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga lingkungan sosial di sekolah.
“Lingkungan sekolah harus bebas dari bullying dan kekerasan, baik antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, maupun sebaliknya,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan Sanlat didukung oleh para guru, terutama guru agama, guru bimbingan konseling (BK), serta para wakil kepala madrasah.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah juga berharap para siswa dapat menerapkan nilai-nilai yang dipelajari di sekolah dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
“Harapan kami anak-anak tidak ikut-ikutan tawuran, perang petasan, atau kegiatan negatif lainnya selama Ramadhan. Ilmu yang didapat di madrasah bisa mereka terapkan di lingkungan rumah dan masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan keagamaan dan pembelajaran lingkungan, MTsN Kota Bogor juga mulai melaksanakan pengumpulan zakat fitrah bagi siswa sebesar Rp45.000 per orang. Zakat tersebut akan disalurkan kepada para mustahik di lingkungan madrasah, termasuk petugas kebersihan, tenaga honorer, serta siswa yatim piatu.
“Insya Allah zakat fitrah yang sudah mulai dikumpulkan sejak dua hari terakhir ini akan disalurkan pada 13 Maret nanti,” kata Ahmad Tarmiji.
Ia berharap kegiatan Ramadhan di MTsN Kota Bogor tidak hanya memberikan pembelajaran spiritual bagi siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.(Nia)
Leave a Reply