Kabarindonesianews- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 9 Kota Bogor , resmi ditutup pada Jumat, 19 Juli 2025. Hari terakhir kegiatan ini diisi dengan agenda aksi ekologi berupa kegiatan bersih-bersih lingkungan di sekitar area sekolah.
Kepala SMAN 9 Kota Bogor Rini Listari, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari agenda MPLS yang mengacu pada panduan Dinas Pendidikan Jawa Barat.
“Pada hari ini, hari terakhir MPLS, agenda kami adalah kegiatan aksi ekologi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar
Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengerjakan proyek pelestarian lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan utama adalah penanaman tanaman, termasuk sistem hidroponik yang dibawa langsung oleh siswa.
Selain itu, kegiatan MPLS juga mengakomodasi pembinaan spiritual siswa. Siswa muslim melaksanakan Salat Jumat berjamaah, sementara siswa non-muslim mengikuti kegiatan reflektif dengan bimbingan guru.
Sebagai bagian dari pengenalan lingkungan sekitar, sekitar 100 siswa bersama TNI melakukan jalan kaki menuju Alun-Alun Kota Bogor. Sepanjang perjalanan, mereka diajak berdiskusi dan merefleksikan nilai-nilai yang telah dipelajari selama MPLS. Tidak hanya itu, para siswa juga melakukan kegiatan kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk membersihkan dua masjid, terletak di Matarena dan Panaragan.
“Kami harap lulusan MPLS ini bukan hanya menjadi pelajar yang cerdas, tetapi juga manusia yang baik dan bermanfaat bagi orang lain,” tutup Kepala Sekolah.
Kegiatan ini sejalan dengan konsep yang digaungkan Gubernur Jawa Barat dalam MPLS ini yaitu MPLS Pancawaluya, dimana pada intinya melalui kegiatan ini, anak-anak didik bisa mencintai lingkungannya. (Nia)
Leave a Reply