Kabarindonesianews-BOGOR, SMK Laboratorium Indonesia (Labindo) mendapat kunjungan istimewa dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, Rabu (12/10/2022).
Kunjungan itu dalam rangka melaksanakan kegiatan program goes to school dengan tema yang diusung yakni “Profil Pelajar Pancasila Tanpa Narkoba”.
Terlebih dahulu H.Iwan Setiawan selaku kepala KUA memimpin doaa bersama agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah SMK Labindo Drs.Gunawan Supriyanto, M.MPd yang menyampaikan bahwa acara kunjungan dan sosialisasi sekaligus pencerahan dari tim gabungan jajaran pimpinan daerah bersama sekolah seperti ini sangat penting artinya bagi sekolah dan dunia pendidikan khususnya Kecamatan Tajurhalang dan Kabupaten Bogor pada umumnya.
“Karena ada sosialisasi cinta negara dan bela negara serta Tentang Bahaya Narkoba dimana dimaksudkan untuk memahami berbagai perkembangan
daerah dan dinamika pembagunan serta peran sekolah. Lalu hal yang amat penting juga adalah membentengi sekolah dari narkoba karena dalam tim ini juga ada Camat Tajurhalang Fikri Ikhsani,S.STP, SH, M.Si, Perwakilan BNN Kab.Bogor Imam, Kapolsek Tajurhalang Iptu Tamar, Danramil 04 Bojonggede Kapt.Dwi, Kepala KUA Tajurhalang H.Iwan Setiawan,S.Ag.MPd dan perwakilan Kesbangpol Kab.Bogor Taufik,SH,MH,” tuturnya.
Dalam derasnya arus informasi era digital sekarang ini, terjadi transisi nilai- nilai dalam kehidupan. Juga bermacam perubahan mengalir dengan deras dalam segenap sendi- sendi kehidupan.
kehidupan. Aneka peluang baru hadir bersamaan dengan tantangan-tantangan yang baru.
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, yang diwakili Fikri Ikhsani sebagai Camat Tajurhalang , menekankan pentingnya peranan generasi muda terutama para pelajar yang menjadi harapan masa depan Kabupaten Bogor dan Indonesia umumnya.
“Dengan populasi 5,4 juta pendudukan, menjadikan Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten dengan penduduk terbesar di Indonesia. Kelebihan Demografis ini harus menjadi sumber keunggulan bagi Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Fikri Ikhsani menekankan pentingnya peranan masyarakat dan para siswa memahami perkembangan daerah dan juga aneka peluang serta berbagai kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah.
Sedangkan, Perwakilan Kesbangpol Kabupaten Bogor Taufik, menekankan pentingnya cinta tanah air dan
bela negara. Dengan menjadikan pelajar yang baik, berbakti pada kedua orangtua dan berakhlak mulia serta menahan diri dari segala perbuatan buruk dan pergaulan yang salah, sudah
menjadi langkah terdekat dan tepat untuk bela negara.
“Karena dengan tumbuh menjadi generasi muda yang sehat , cerdas dan berkarakter mulia telah menjadi aset yang berharga bagi masa depan bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu perwakilan BNN Kabupaten Bogor Imam, mengingatkan generasi muda senagai penentu masa depan bangsa, dimana saat ini 25% generasi milenial terlibat narkoba dan 27% generasi Z juga terlibat narkoba.
Hal ini sangat perlu diperkuat ketahanan karakter dan akhlak anak-anak muda membentengi diri dari jeratan narkoba yang merajela saat ini. “Juga perlu dipahami bahwa saat ini kita sedang mengalami gawat nasional dan darurat nasional melawan narkoba,” katanya.
Hal ini dikenal dengan istilah perang Proxy, yaitu perang kasat mata melawan berbagai bentuk penjajahan baru yang jauh lebih dahsyat dari perang konvensional dengan memggunakan
senjata melawan musuh yang nyata.
Namun hari ini senjata yang dipakai musuh tidak disadari dan sangat meninabobokkan seperti narkoba , pornografi, terorisme dan berita-berita hoax. Semua ini jarang dianggap sebagai
sebuah peperangan, namun korban yang berguguran jauh lebih dahsyat dibanding sebuah serbuan bersenjata.
“Karena kalau penjajah bersenjata akan dilawan, tapi perang proxy malah sebaliknya semua itu diundang hadir dan malah disukai dan bisa menjadi kecanduan. Maka wajib kita
lawan musuh bersama yang bernama narkoba, pornografi, terorisme dan berita-berita hoak tadi,” tegasnya.
Untuk mengenal lebih jauh bahaya narkoba ini maka dijelaskan lebih lanjut bahwa narkoba teridiri dari tiga bagian, narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya.
Narkoba dibagi dalam tiga golongan, golongan pertama tidak boleh untuk pengobatan, golongan kedua boleh untuk pengobatan dengan resep dokter.
Dalam sesi tanya jawab, Reva Agustina, siswi Kelas 12 UPW 2 menanyakan tips memotivasi diri bagi pelajar agar sukses dan terjauh dari narkoba.
Kapolres yang diwakili Iptu Tamar sebagai kapolsek Tajurhalang menjelaskan tips untuk membangun masa depan bagi generasi muda. Harus ditulis cita-cita dan impian masing-masing dan tempelkan di kamar pada bagian yang mudah dilihat.
“Misalkan, jika ingin jadi Polisi maka tulis dan tempelkan di kamar yang mudah dilihat tiap hari. Juga bangun peduli misalnya dengan secara disiplin memiliki kebiasan positif,” tuturnya.
Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh H.Iwan Setiawan,S.Ag.MPd dan foto bersama serta pembagian cindera mata apresiasi pada para siswa dan siswi SMK Labindo yang telah aktif berpartisipasi pada acara tersebut. (Wawan)
Leave a Reply