Kabarindonesianews-Dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat dan memacu kepada Pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022, disebutkan, dana desa penggunaannya antara lain untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20%.
Hari Rabu (31 Agustus 2022), Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Prioritas Penggunaan Dana Desa Alokasi Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2022.
Musyawarah ini juga di hadiri oleh Camat Kecamatan Cigudeg,Tenaga Ahli Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor dan Anggota Gapoktan Desa Bunar bertempat Aula Kantor Desa Bunar Kecamatan Cigudeg.
Baginda Oloan selaku Ketua BPD Desa Bunar mengatakan, ada Peraturan Kementerian yang diharuskan menggelontorkan anggaran dana desa, sedikitnya 20% untuk ketahanan pangan dan hewani, maka pihaknya mengundang para ketua gapoktan dan tokoh masyarakat untuk musyawarah akan perencanaan program ini.
“Adanya program ini, kita kembali pada jaman dahulu yang mana leluhur kita adalah mayoritas para petani, yang sukses dalam pertanian. Maka dari itu, saya ingin para petani Desa Bunar ini menjadi petani cerdas di masa yang akan datang,” kata Baginda Oloan
Kemudian dalam pelaksanaan pogram ketahanan pangan dan hewani ini harus hati-hati dalam menjalankannya. Karena ini program pertama, maka harus melihat kondisi di lapangan agar dapat membuahkan hasil yang maksimal dan menjadi program unggulan. Selain itu, hasil panennya dapat dipasarkan sampai keluar kota.
“Kami dari Pemerintah Desa Bunar hanya selaku penangung jawab, bukan pelaksana. Makanya, saya adakan musdes ini, agar Pemerintah Desa Bunar dapat sampaikan gambaran tata cara menggunakan anggaran 20% dana desa tersebut, dan bagaimana caranya para petani di Desa Bunar menjadi Petani Cerdas,” kata Baginda Oloan.
“Semoga adanya ketahanan pangan ini, para Petani di Desa Bunar dan semua para Petani di Kecamatan menjadi Petani maju dan Petani Cerdas. Jangan sampai kita orang desa tapi seperti kehidupan orang kota yang apapun harus dibeli. Kita harus mencontoh seperti orang dulu, orang desa dapat bertahan hidup dengan hasil panennya, bahkan dapat mensejahterakan keluarga hanya dengan hasil panen pertaniannya,” sambung Baginda Oloan.
Program ketahanan pangan ini, dimasa akan datang sangatlah membantu. Karena di era masa depan, apabila adanya krisis dan terjadinya stop ekspor dari negara-negara lain ke negara kita, program ketahanan pangan ini dapat menstabilkan desa dan Pemerintah Pusat.
“Adapun Pemerintah Desa Bunar dalam program ini berkolaborasi dengan BUMdes, saya sangat mendukung sekali. Karena dapat membantu para petani dalam pemasaran, baik di wilayah Kecamatan Cigudeg ataupun keluar kota,” kata Baginda Oloan.
Melalui Program ketahanan pangan ini kami berharap bisa mengangkat kesejateraan bagi masyarakat petani dan peternak program ketahanan Pangan ini melalui Dana Desa.(Nia/Dewi)
Leave a Reply