Kabarindonesianews-Bogor, Toleransi umat beragama yang terlihat sangat kental di wilayah Desa Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang yang menyandang predikat kampung damai akhirnya mendapat kunjungan dari Wahid Foundation dan perwakilan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia.
Kunjungan Yenni Wahid Foundation bersama Kedubes Belanda dirumah Al-Qur’an pada Rabu (18/5) disambut dengan Ondel -ondel serta pencak silat sebagai ikon penyambutan didesa Tajurhalang.
Kehadiran Yeni Wahid dan Kedutaan Besar Belanda Ardi Stolos Braken disambut langsung Kades Tajurhalang Saipudin,S.Ag, PLT Sekcam Tajurhalang H. Syamsudin, Kapolsek Tajurhalang Iptu Dwi Yulianto.
Yeni Wahid yang merupakan Ketua Wahid foundation dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi Desa Tajurhalang yang mempunyai predikat kampung damai dimana didalam masyarakatnya mempunyai beraneka ragam agama dan adat yang terus terjaga dengan baik. Keberagaman dan toleransi agama yang ada di Desa Tajurhalang mulai dari Islam, Kristen,Hindu dan Budha selalu dapat hidup berdampingan rukun damai, dan itu yang membuat kita bersatu bersama dalam membangun Desa damai, ungkapnya
Wakil kedutaan besar Belanda Ardi Stolos Braken dalam sambutannya sangat tertarik dengan apa yang ada di Desa Tajurhalang yang dapat memperdayakan perempuan sesuai dengan Program PBB tentang UN Women jadi pemberdayaan perempuan sangat kita junjung dalam era sekarang ini dan Ratu Belanda juga sangat tertarik dengan Desa Tajurhalang, mudah mudahan setelah nanti ada kunjungan G 20 di Bali Ratu Belanda akan menyempati berkunjung ke Desa’Tajurhalang.
Saipudin Kades Tajurhalang mengungkapkan rasa sukacitanya dan mengucap Alhamdulillah Desa’ Tajurhalang menjadi salah satu Desa damai yang di kunjungi Dubes Belanda dan Yeni Wahid, semoga setelah kunjungan ini, desa Tajuhalang menjadi Desa yang lebih maju lagi dan selalu damai serta mengedepankan Toleransi umat beragama yang sangat erat. (Wawan)
Leave a Reply