Kabarindonesianews-Sekolah di Kota Bogor kembali dibuka untuk kegiatan belajar mengajar, setelah berbulan-bulan berlangsung secara daring (online). Pembukaan sekolah dilakukan seiring dengan penurunan tingkat penyebaran virus korona (covid-19).
Salah satu sekolah yang kembali melakukan kegiatan PTM secara terbatas adalah SD IT BBS. Mayoritas orang tua dan siswa menyambut baik pelaksanaan PTM secara terbatas tersebut.
Pembelajaran tatap muka ini tetap diharuskan untuk memenuhi aturan-aturan yang diperlakukan, dikarenakan masih dalam masa pandemi covid-19.
Antusias para murid untuk belajar langsung di sekolah selaras dengan keinginan orang tua.
Kepala SD IT Bina Bangsa Sejahtera, Nawawi, S.Hut, S.Pd mengatakan PTM SD IT BBS pembagian kelas dilakukan 50% dari jumlah keseluruhan kelas. Misalnya hari senin nomor absen genap dan hari selasa absen ganjil dan seterusnya bergantian hari Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan. Jumat (25/03/2022)
“ Penerapan protokol kesehatan juga dilakukan oleh semua warga SD IT BBS Bogor, seperti memakai masker dengan baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas” Imbuh
Nawawi.
Kemudian untuk waktunya, di dalam SOP itu maksimal empat jam pelajaran.
Persiapan Ujian Sekolah merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh siswa dan guru SD. Salah satu tujuan diadakannya persiapan ini adalah meningkatkan kualitas mutu kelulusan siswa di sekolah, menambah dan memperdalam wawasan tentang bidang studi yang diujiankan, serta memberikan tips dan trik dalam menyelesaikan soal.
Menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah SD IT BBS telah melakukan berbagai persiapan dan pemantapan kepada anak didik peserta Ujian berupa pendalaman materi pelajaran dimulai bulan januari.
Persiapan ini diikuti seluruh siswa kelas 6 SD IT BBS dengan jumlah siswa peserta Ujian sebanyak 84 siswa dan mereka akan mendapat pendalaman materi di sekolah.
Nawawi juga mengungkapkan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat siswa kecanduan gadget sehingga berdampak pada menurunnya tingkat konsentrasi belajar. Hal ini merupakan salah satu dampak negatif penggunaan gadget dalam pembelajaran ketika pengawasannya lemah.
“Saya berharap semoga PTM ini berlangsung terus karena proses pembelajaran saat PJJ tidak optimal bahkan bisa terjadi loss learning. Jadi harapan saya, yang juga harapan peserta didik & orang tua peserta didik, semoga PTM ini bisa terus berjalan bahkan syukur-syukur bisa segera 100%” ujarnya.(Nia)
Leave a Reply