Kedaulatan Pangan Desa Cihideung Udik Saat Pandemi

Kabarindonesianews-Kedaulatan pangan merupakan konsep pemenuhan pangan melalui produksi lokal. Dalam pengertian lain merupakan konsep pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diproduksi dengan sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep dari kedaulatan pangan sendiri sangat menjunjung tinggi akan prinsip diversifikasi pangan sesuai dengan budaya lokal yang ada. Kedaulatan pangan diharapkan dapat menjadi solusi bagi suatu negara terutama negara agraris dalam mengatasi krisis pangan.

Salah satu program yang mendukung ketahanan pangan sebagai sumber pangan Desa Cihideung Udik tetap menjaga kelestarian yang disebut adat istiadat atau kebiasaan baik di berbagai macam sektor pertanian terus kehidupan sosial masyarakatnya kita kebudayaan tidak lepas juga kita mendapat informasi dan arahan lebih ringan daripada para sesepuh yang ada di desa Cihideung Udik.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan,” terang Denny selaku kades Cihideung Udik.

Kita mendapatkan arahan daripada sesepuh untuk kembali lagi bangkit setelah makan lebih baik secara ekonomi ataupun kehidupan sosial dan kebiasaan-kebiasaan ini menjadi sebuah pelajaran. Tidak ada proses hikmah yang kita tetap harus menjaga Bagaimana kesehatan itu dijadikan utama dalam kehidupan berkeluarga dan bernegara untuk meningkatkan program ekonomi.

Di sisi lain, kesulitan pangan jadi masalah besar di musim pandemi Covid-19. Pemerintah berusaha menjaga keamanan pangan melalui berbagai kebijakan.

Misalnya, menggenjot produktivitas pertanian pangan dan mengoptimalkan distribusinya, serta bantuan sosial dalam berbagai skema guna menjaga ketahanan pangan.

Warga yang terdampak covid 19 ini yang putus kerja kita salah satu sasaran nya yang masih produktif dapat jadi masih bisa kita manfaatkan potensinya lebih juga beberapa masyarakat yang memang sudah bergelut di bidang revolusinya menggambarkan secara kelompok belum ada untuk pengembangan.

Dikatakan, potensi sumber daya alam hayati yang sangat kaya dan tetap terjaga hingga saat ini di alam dan nilai-nilai gotong royong, adalah sistem masyarakat desa tradisional.

“Meski demikian saya berharap semoga Pandemi Covid-19 bisa segera berakhir sehingga sehingga aktivitas masyarakat bisa pulih kembali,” sambungnya.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*