Kabarindonesianews-Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor masih pesimistis kinerja sektor angkutan umum belum mampu terangkat meski sudah ada pelonggaran aktivitas di masa pandemi Covid-19 atau masa normal baru.
Sekretaris Organda, Freddy Djuhardi mengatakan sejak pandemi terjadi penurunan kinerja angkutan darat anjlok 70 persen sampai 80 persen terutama pada saat ada pembatasan sosial berskala besar.
“ mulai normal baru seperti sekarang ternyata juga tidak mampu mengerek pertumbuhan kinerja selama masih ada pandemi,” ujarnya.
Dia menjelaskan tidak mampunya sektor angkutan orang terutama karena masih ada pembatasan jumlah kapasitas angkut baik angkot, bus maupun taksi. Angkutan umum masih menerapkan jumlah penumpang hanya 50 persen dari total kapasitas angkutan, begitu juga dengan tempat wisata maupun perkantoran.
“Kondisi pembatasan yang masih ada itu otomatis berdampak pada penurunan jumlah penumpang. Sementara biaya operasional angkutan juga tetap harus dibayar seperti biaya bahan bakar,” jelasnya.
Sementara kinerja angkutan barang di masa pandemi saat ini setidaknya masih bisa terangkat.
“Memang dampak pandemi ini cukup besar bagi dunia logistik, tetapi untuk angkutan barang turunnya tidak separah angkutan orang dari kondisi normal,” kata Freddy.(imas)
Leave a Reply