Kabarindonesianews-Pemerintah Desa ( PemDes ) Tamansari mengadakan Pelaksanaan Kegiatan Musyawarah Desa Khusus ( MUSDESUS 2022 ) Dengan Tema
Dalam Rangka Validasi Finalisasi dan Penetapan Calon Penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT-DD ) Tahun Anggaran 2022. Berlangsung di Setu Desa Tamansari Kabupaten Bogor. 25/01/2022
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sunandar ( Kepala Desa Tamansari ), Ketua LPM,Ketua BPD,Tokoh Masyarakat,Para RT/RW, Amin Koordinator Binwil Sat Pol PP,
Linmas Desa Tamansari ikut hadir dalam kegiatan ini.
Sunandar sebagai Kepala Desa Tamansari saat ditemui awak media mengatakan bahwa, Kalau presentasi di tahun 2021 anggaran dana desa kita itu sebanyak Rp.1,500.000.000 Milyard Rupiah jadi 30% nya itu 173 KPM, Sekarang kan tahun 2022 anggaran dana desanya 40,01% cuma Rp.1,200.000.000 Milyard Rupiah jadi hanya 135 KPM, Untuk secara presentase nampak 40,01% tapi jumlah menurun, karena menurunnya anggaran dana desa.
Untuk nominal yang diberikan masih tetap Rp.300.000 ribu rupiah per-kpm di kali kan 12 bulan dengan sesuai turunnya anggaran dari pemerintah, kalau kita menentukan kadang ada yang 2 bulan sekali turunnya, ada yang 3 bulan dan ada juga sebulan yang turun dan BLT ini prioritas karena tidak ada pengajuan pun ditransfer langsung, misalkan sekarang Januari, besok Februari itu pun belum ada usulan dari kita, kadang di transfer untuk hanya BLT saja dari dana desa.
Bagi penerima manfaat sekarang per-rt itu 3 orang, per-rt 3 orang jumlahnya 117 orang, kan harusnya 135 orang ada selisi 18 orang dan 18 orang itu kita bagi rata di tiap rw 2 orang untuk memenuhi presentase yang 40,01%, jadi kita lebih dari 40,01% sebanyak Rp. 486.000.000 juta rupiah, jadi dana desa kita kalau di akumulasi kan dengan BLT dan pengurangan kurangnya 300 sekian, bagikan BLT 40,01% jadi Rp.825.000.000 juta rupiah berkurangnya, akhirnya banyak membuat pembangunan jalan lingkungan tidak tercover sama sekali.
Dalam prioritas kita tadi dengan sesuai edaran bupati, yang di prioritaskan adalah warga yang terdampak pandemi covid-19 dan yang belum mendapatkan bantuan dari jaringan bantuan sosial lainnya, berarti para penerima bisa bergantian.tahun 2021 masih terdampak kan mungkin tahun ini 2022 dia sudah agak pulih perekonomiannya, boleh dengan orang yang sama, asal memenuhi kriteria memang masih benar-benar sangat membutuhkan, contoh yang sakit menahun, kalau ada keluarga penerima manfaat yang anggota keluarga sakit menahun itu juga masuk di prioritas, nama-nama penerima belum justru karena itu akan ada perubahan penerima, para rt-rt akan datang survei dulu jadi tadi hanya penetapan jumlah saja, sesuai edaran dari bupati, nanti setelah ada nama-nama tadi kita bagian format jadi tertulis dari rt-rt nama ini, setelah terkumpul di validasikan lalu di sk kan ( surat keputusan ) penerima bantuan langsung tunai dana desa atau usulan RT-RT.
Kalau BLT-DD masih diberikan tunai, jadi warga harus hadir saat pembagian, pembagian di tempat ini Aula Setu Tamansari, untuk sistem pembagian per-rt supaya tidak terjadi penumpukan atau tidak terjadi kerumunan, kita jadwalkan per-dusun, untuk dusun 1 pembagian mulai jam 08:00 – Jam 09:00, kemudian dusun 2 jam 09:00 – jam 10:00, cair dananya kita langsung di realisasikan, sampai hari ini kita belum ada informasi terkait kapan anggaran akan turun.
Persyaratan bagi kepala penerima manfaat ( KPM ) bantuan langsung tunai, tadi kalau edaran dari bupati, salah satunya keluarga miskin yang berdomisili di desa tamansari, ke.2 keluarga yang mempunyai anggota sakit menahun, ke.3 warga yang pernah mendapatkan jaringan bantuan sosial yang terhenti, misalnya kayak bantuan beras dari bupati, terus bantuan sembako dari gubernur, itu terhenti dia masih sangat membutuhkan itu juga masuk di dalam prioritas. Yang ketiga warga masyarakat yang terdampak pandemi yang belum mendapatkan bantuan, makanya sekarang mekanismenya adalah, rt itu mengajukan secara tertulis tidak hanya lisan saja, kemudian itulah menjadi dasar kita, untuk menetapkan penerima BLT tersebut, karena yang paling tau kondisi masyarakat di wilayah yaitu pasti rt nya, jadi kalau ada yang protes, kita tidak menunggu rtnya, pak rt ini belum kebagian nih.
Kalau kendalanya hanya 1 quota yang diberikan terlalu sedikit, dibanding masyarakat yang masih banyak membutuhkan, 1 rt butuh 20 orang, diberikan hanya 2 atau 3 orang tiap rt, misalkan prioritasnya adalah warga miskin, atau prioritasnya adalah, warga yang belum dapat bantuan sama sekali 10 orang, sedangkan quota nya hanya 3 orang cukup lumayan pusing
Harapan yang pertama selain penetapan BLT hari ini adalah, penyampaian perubahan BLT-DD, menjelang akhir tahun 2021, kita kan tutup dengan mengadakan Musrenbang, Musrenbang tahun 2021 itu paguh kita masih mengacu di 2021, dengan nominal dana desanya Rp. 1,500.000.000 milyard rupiah, akhirnya dengan itu kan kita bisa maximalkan, BLT pun waktu tahun 2021 itu maximal 30%, jadi kurang dari 30% pun tidak jadi masalah, tapi kalau sekarang itu minimal 40%, jadi tidak boleh berkurang dari 40%, seandainya cuma 38% maka yang 2% nya tidak bisa dipakai apa-apa harus dikembalikan lagi kepada pemerintah, jadi harapan kami itu, apa yang kita sampaikan kepada masyarakat, melalui RT/RW dan semua lembaga yang ada, mereka bisa menyampaikan kenapa berubah, yang ke.2 rencana pembangunan kenapa sampai tidak bisa dibangun, secara nominal saja tadi saya sudah bilang berkurangnya dana desa, dan yang direalisasikan BLT sebanyak Rp.486.000.000 juta rupiah, kita devisitin Rp. 825.000.000 juta rupiah, devisit berkurangnya kan 300 berkurang, yang BLT kan harus di bagikan, kau tidak ada dalam bentuk BLT, kan bisa kita pemberdayaan bisa pembangunan jalan lingkungan dan bisa jalan desa atau untuk fasilitas umum yang lainnya, misalkan untuk pembangunan posyandu dan sebagainya tapi karena 825 juta ini adalah, sudah hal yang tidak bisa dirubah lagi, saya anggap itu dananya yang tidak bisa digunakan untuk kegiatan seperti infrastruktur yang lain “Pungkasnya.(fauzy)
Leave a Reply