Kabarindonesianews-Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya menyelenggarakan Festival Pancak Silat se-Jawa Barat merebutkan piala Kadispora 2022 Kota Bogor, Jumat (28/1).
Gelaran ini diikuti sebanyak 19 kontingen atau 430 peserta yang meliputi dari beberapa Provinsi di Indonesia seperti, Provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Acara tersebut digelar di lantai 3, Blok F, Pasar Kebon Kembang Kota Bogor.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir menyampaikan, Festival Pencak Silat ini diikuti oleh 3 Provinsi. kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 28 Januari hingga 30 Januari 2022 mendatang.
“Rangkaian gelaran ini juga ada pesona pusaka nusantara, yang mana acara itu adalah pameran pusaka-pusaka yang ada di Indonesia, bukan hanya Kota Bogor tapi ada juga dari berbagai daerah yang mengikuti pameran Pusaka ini,” kata Muzakkir
Ia menambahkan, Pusaka Nusantara ini baru diresmikan Sabtu 29 Januari 2022 pukul 09:00 WIB yang dibuka langsung oleh Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Irjen Pol Guntur Setyanto seorang penulis banyak menulis tentang benda-benda pusaka tingkat nasional, kemudian direktur PD. Pasar Pakuan Jaya. Ir. Muzakir, Ketua Sunda Langgeng Wasesa Karyawan Faturohman, kemudian panitia pelaksana Gatut Susata, ketua IPSI Kota Bogor Subono beserta jajaran, Dir Ops PD Pasar, Dirum PD Pasar serta para sesepuh, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Danrem 061 Suryakencana.
Dengan adanya kegiatan festival pancak silat dan Pesona Nusantara juga bisa mengenalkan kepada masyarakat pasar tradisional dan mengajak juga masyarakat Kota Bogor mengenal bahwa di bogor ada pasar baru di Blok F ini.
“Harapan kami dengan ada berbagai kegiatan di Blok F Pasar Kebon Kembang ini, maka masyarakat bisa mengunjungi kegiatan tersebut sekaligus berbelanja di pasar kita,” tambahnya.
Muzakkir juga berpesan kepada para pedagang, dengan adanya kegiatan untuk menyiapkan stok yang banyak dan harga nya dibuat semenarik mungkin, supaya para peserta atau orang tua yang hadir juga bisa berbelanja di pasar.
“Saya sarankan para pedagang agar menyiapkan stok barang dan harga atau promo yang menarik, agar pengunjung dan para peserta yang mengikuti gelaran ini bisa ber belanja, buka hanya peserta melainkan orang tua dari para peserta pun turut hadir,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor Subono Widoyoko mengatakan, festival pencak silat ini sebagai upaya mempertahankan status UNESCO yang menjadikan pencak silat sebagai warisan kebudayaan tak benda.
“Yang mana pencak silat ini pada tanggal 12 Desember 2019 telah diakui oleh UNESCO sebagai kebudayaan tak benda. Untuk itu masyarakat pencak silat, insan pencak silat perlu mempertahankan,” tandasnya
Ketua pelaksana Muh. Hafiizh Ramanda Siregar menyampaikan Tujuan festival pencak silat ini, untuk mendorong, memotivasi dan memfasilitasi masyarakat Jabar, khususnya generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan olahraga pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Pesona pusaka nusantara digelar yaitu sebagai wujud kecintaan warga masyarakat Bogor kepada budaya leluhurnya nya, yang di antaranya adalah Kris keris pusaka peninggalan nenek moyang. Itu adalah salah satu cara kita mencintai dan menghargai budaya leluhur. bagaimana mereka bisa membuat pusaka-pusaka, cipta karya seni cipta rasa olah rasa dan olah karsa sehingga menjadi barang-barang yang berkualitas dan istimewa. Itu disampaikan oleh Danrem saat memberikan sambutannya.(Nia)
Leave a Reply