Kabarindonesianews-Dengan kerja keras team Puskesmas Ciapus Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Dalam pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Akhir Bulan Desember 2021 Pencapaian nya sudah mencapai 81%. Rabu 29/12/2021
Meliana Nainggolan saat di temui ruang kerjanya menyampaikan bahwa, Pelaksanaan Vaksinasi khusus di Puskesmas Ciapus sudah mulai berjalan dari tanggal 1 Februari 2021, Untuk hasil presentase Vaksinasi covid-19, Sampai sekarang ini sudah mencapai kurang lebih 81%
“Sebenarnya kalau saya hitung jumlah vaksin yang habis sudah lebih 100%, karena saya sudah menghabiskan Dosis vaksin itu lebih dari 35.000 Dosis, cuman begini itu yang 12.000 ribuan vaksin dari kodim itu, karena waktu itu kita kehabisan vaksin, Danramil menawarkan vaksin, saya di kasih 2000, saya pelaksanaan di SMK Laladon habis, terus di kasih lagi 6000, pokoknya ada sekitar 12.000 ribuan vaksin dari kodim disaya habis. jadikan saya cek ada sekitar 30.000 ribuan, sebenarnya kita sudah dapat 100%, tapi kalau dalam cakupan per-akun saya itu baru 24.000 ribu sekian.
“Kami Door to door itu awal bulan September, kita kan sudah datang di Desa, pertama di Desa Sukaharja, kita akhir-akhir September itu sudah menjalankan Door to door, pokoknya dari kebupaten belum suruh, kita sudah laksanakan di RW, di Posyandu itu tadinya, jadi setiap turun ke posyandu saya membawa vaksin, biar kita lihat bagaimana anime masyarakat datang kesana, ternyata pada saat itu masyarakat belum terbiasa, paling yang datang hanya 6 orang, Dalam artikan sudah ke RW untuk vaksin, tapi kita mulai gencarnya door to door itu kerumah-rumah warga di bulan oktober, sudah setiap hari kita laksanakan.
“Kami ada tambahan lagi pelaksanaan Vaksinasi door to door kerumah-rumah warga pada tanggal 24 Desember 2021, itu memvaksin ada sekitar 104 orang, Dosis 1 44 orang, Dosis 2 60 orang, terus tanggal 25 Desember saya memvaksin 46 orang, Dosis 1 30 orang, Dosis 2 16 orang, kemudian tanggal 27 Desember 2021 saya memvaksin 74 orang, Dosis 1 42 orang, Dosis 2 32 orang, terus terakhir tanggal 28 Desember 2021 saya memvaksin ada sekitar 66 orang, belum yang hari ini 29 Desember 2021, kalau hari ini saya 17, di tambah 30, dan di tambah lagi team lain, Untuk total hari ini mungkin ada sekitar kurang lebih 50 orang sekian yang tervaksin jadi kita ada penambahan selama 5 hari, sehingga telah mencapai 81,36%.
“Saya waktu itu 2 atau hari kemarin, untuk mengusulkan kedinas, bisa tidak kami melaksanakan Vaksinasi dari usia 6 tahun sampai 11 tahun, kenapa saya meminta begitu, karena saya sudah melebihi 70%, saya bilang jangan menunggu se-kabupaten, kenapa saya tidak memvaksin anak usia 6 sampai 11 tahun, jelas-jelas anak itu belum di vaksin, jelas-jelas dia sudah Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ).
“Untuk kendala di lapangan door to door, banyak yang kabur-kaburan, kemarin saya jalan naik motor, begitu ketemu orang yang mau di vaksin, itu di warung langsung naik angkutan umum, dan ada juga melihat team vaksin lari, terkadang kita sudah bujuk-bujuk dan kita sudah scranning, begitu cocok dia lulus scranning, tetap tidak mau bersedia saja Dokter, kadang-kadang kita sudah setengah jam untuk menghadapi 1 orang, akhir-akhirnya nanti saya paling bicara begini, ya sudah kalau begitu, kamu bikin surat sebagai keterangan bahwa menolak, terus dia bicaranya begini, kenapa saya di paksa bikin surat, ini hanya sekedar untuk membuktikan bahwa saya sudah datang mengunjungi kerumah, saya sudah setengah jam ternyata sudah habis waktu disini tidak ada hasil, jangan nanti pemerintah menganggap saya belum kerja, hanya membuktikan bahwa saya tadi sudah datang kesini, yang penting saya sudah mengunjungi, jadi banyak sekali kendala yang kami hadapi,
“kalau himbauan saya begini, janganlah sampai kita datang, mungkin orang itu sudah mendengar, bahwa dokter akan mendatangi kerumah-rumah, maksud saya orang itu tidak mencari untuk kesehatan dia, apalagi yang muda-muda, kalau umur-umur yang lansia bolehlah kita datangi, tapi ternyata yang kita datangi banyak yang usia muda, jadi tidak ada alasan sebenarnya.
Harapan saya jangan ada lagi masyarakat yang kita sudah datangi, tidak mau untuk di vaksin, jangan mendengar hoax yang tidak karu-karuan, bantulah pemerintah, terus pemerintah memang melindungi masyarakatnya, pemerintah menginginkan masyarakatnya sehat, karena pandemi covid-19 belum selesai, muncul lah varian baru omicron, jangan sampai seperti kayak bulan 6 dan bulan 7, itu puncak-puncaknya Covid-19, sampai pemerintah kolep, semua rumah sakit tidak sanggup karena penduduk kita banyak, rumah sakit kita tidak sebanding, kalau terjadi lonjakan kasus seperti itu, justru makanya itu kita kejar ini, jangan sampai dengan varian baru terjadi lonjak kan, jadi kita harus bekerjasama dan kita team siap untuk memvaksin dan masyarakat mau di vaksin.(fauzy)
Leave a Reply