Kabarindonesianews-SMAN 1 Tenjolaya Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor menggelar Seminar Hari Guru nasional
Tema Membangun Guru Profesional Pasca Pandemi & Dimasa Milenial. Kamis 02/12/2021
Dalam kesempatan ini di hadiri H.Elan Suherlan, S.IP., MH. selaku Kepala SMAN 1 Tenjolaya beserta Sunarto,M.Fis. selaku Wakasek Sapras,Ade Kasih Pendidikan dan Kesehatan kecamatan Tenjolaya Babinsa Tapos 1, Dr. Dudung Nurullah Koswara M.Pd ( Dewan Pembina PGRI Pusat ), Mahmud ( Ketua cabang PGRI Kecamatan Tenjolaya),
Agus ( Pengawas, Pembina wilayah kecamatan Tenjolaya ), Hj. Septia Effendi, Koryandik kecamatan Tenjolaya para Kepala Sekolah SMP, SMA, SMK Tenjolaya.
H. Elan Suherlan, S.IP., MH. Dalam kata sambutannya mengatakan bahwa, pertama-tama tentunya terutama mengucapkan terima kasih, atas kehadirannya di sekolah yang kami cintai ini, mohon maaf kalau dalam penerimaannya sangat sederhana, saya mengundang kurang lebih dari 60 orang, para kepala SMA Swasta, para kepala SMK Swasta, termasuk SMP, dari komite, Koryandik, pengawas SMAN 1 Tenjolaya ini nama lainnya adalah SMANESTA SARUPI, Smanesta adalah singkatan dari SMAN 1 Tenjolaya, sarupi dengan ada singkatan kalau kita rincihkan ( S.Seueur, A Atikan, R Rea, U upaya, P. Prestasi PI Katepi ) tapi juga sekolah ini saya namakan adalah campus orange visioner, di sini dari Campus orange bervisioner itu, bahwa SMA kami yang jelas punya visi, bagaimana dengan tujuan lembaga sekolah ini, bisa meluruskan siswa-siswa yang cerdas, yang kreatif, yang innovatif, dan yang berprestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, kami InsyaALLAH akan mendongkrak IPK dari kecamatan Tenjolaya, melalui SMAN 1 ini, karena SMA ini satu-satunya negeri di kecamatan Tenjolaya, kalau SD Negeri banyak, SMP negeri ada, SMA hanya satu-satunya.
“Terus berikutnya saya nama kan juga campus itu adalah,campus pengamal Pancasila yang murni dan berkonsukuen, mudah-mudahan bahwa Pancasila di negara kita, sabagai dasar negara sebagai Ediologi negara Peru of Thinking, itu kebijakan arah kita, jadi negara lain banyak yang sirik sama Indonesia, karena negara itu tidak mempunyai Pancasila, walaupun mungkin dasar yang punya, tapi Pancasila sekali lagi sudah fristal dalam kehidupan kita, untuk mencapai tujuan negara yang adil dan makmur.
“Kita memperingati Hari Guru Nasional, apa namanya Guru pahlawan tanpa tanda jasa, saya usulkan cabut kata-kata semboyan itu dengan kata-kata itu, Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,seakan terbuai kita itu, saya usulkan kembali ganti semboyan itu dengan, Guru adalah pejuang pendidikan terdepan dan tanda jasanya.
Guru sudah jelas, guru itu adalah menjadi pejuang pendidikan paling terdepan, saya katakan guru memang bukan orang luar biasa, tetapi banyak orang yang menjadi luar biasa, itu gara-gara guru, jadi sekali lagi saya secara pribadi kedinasan sangat mencintai profesi ini.
Sebagaimana di sampaikan Dudung Dewan Pembina PGRI pusat tadi dalam kata sambutannya, hari ini sangat bersyukur bisa bertemu dengan sahabat-sahabat, para pejuang pendidikan luar biasa hari ini adalah, sangat special mudah-mudahan silaturahmi kita pada hari ini, ada sesuatu yang bermakna mata bijak mengatakan, tidak lah penting berapa kita bersama, tetapi jauh lebih penting adalah, sejauh mana kebersamaan itu, memberikan makna silaturahmi kita.
“Kalau di sini materinya berbicara membangun guru profesional, pasca pandemi dan dimasa milenial. Maka saya membawa materi adalah hari Guru dan setiap hari berguru, kita baca subtansi dari membangun guru profesional pasca pandemi, dimasa milenial, artinya bapak dan ibu guru kita harus menjadi guru yang benar-benar serius, benar-benar mampu beradaptasi dan mampu menaklukkan tantangan, terutama ketika kita kemarin gagap dan kesulitan menjadi guru, disaat wabah yang menyerang kita, jadi guru masa pandemi tentu tidak sama, performa dan layanannya dengan guru-guru, sebelumnya mungkin di lihat dari digital sekolah, pendekatan kepada anak didik yang lebih humanis, lebih kontekstual, itu jauh lebih penting lagi.
Proses pembelajaran tidak terlalu kasih kembangan, jadi bapak dan ibu, sahabat guru semua, mengajar anak di ruang kelas harus merata, jadi ngajar itu lebih kepada sentuhan personal, harus mengenal karakteristik anak didik, sehingga bahasa dan gaya kita kepada anak didik, tentu di sesuaikan dengan kemauan anak didik, itulah yang di sebut dengan berhambat kepada anak didik atau student center, jadi kita menjadi guru berdasarkan kemauan anak, tentu kita yang punya misi sendiri, sebagai pendidik, tetapi berdasarkan persiapan potensi dan bahkan di potensian.
Izin saya menyampaikan materi terkait hari guru berguru setiap hari. Sahabat semua menjadi guru itu adalah, menjadi seseorang yang benar-benar sangat bermutu, saya berjujur bahwa profesi-profesi paling istimewa, profesi paling mulia di muka bumi ini, mohon maaf sahabat dari TNI, sahabat dari struktural atau sahabat dari media mohon maaf saya jujur saja, tidak ada profesi paling agung dan paling mulia dimuka bumi ini, selain profesi menjadi guru, di buktikan dan bisa di bantah, ini tidak bisa di tentang memang benar, seorang ulama mengatakan bahwa satu pekerjaan yang paling mulia di muka bumi ini adalah, pekerjaan Dakwah, maka Dakwah itu indentik dengan pekerjaan para guru, dan pekerjaan dakwah ini diambil oleh para nabi, jadi pekerjaan yang terbaik adalah Dakwah, dilakukan para nabi dan nabi-nabi di era milenial itu terpecah dan terseplit kedalam wujud guru-guru yang ada di TK, SD, SMP, SMA, jadi kita ini adalah nabi-nabi kecil, kita ini pelanjut dari spirit kenabian.
“Sahabat semua kalau kita pelajari dan kita baca jejak sejarah Nabi Muhammad sendiri menyatakan, bahwa dirinya di utus muka bumi ini sebagai guru, jadi ternyata profesi guru adalah, profesi yang sangat-sangat strategis, jangan main-main menjadi guru itu, jangan seenaknya menjadi guru melayani anak didik, “kenapa” karena profesi ini paling mulia, harus benar-benar mempertanggung jawabkan, harus benar-benar bangga dan harus dari panggilan hati, maka tadi judulnya kita harus berguru setiap hari, dan yang harus pintar dari semua profesi, yang ada adalah guru, maka guru harus menjadi guru dari semua profesi yang ada, jadi guru harus pertanggung jawabkan sebagai profesi yang paling mulia. Nabi pun mengatakan, saya itu dulu sebagai guru, karena beliau mengajak, menyampaikan, memberikan contoh, memberikan wawasan dan itu pun di sampaikan oleh Presiden RI, pada saat hari guru nasional, beliau tampil kedepan, kemudian membungkuk kan biasanya, ‘Selamat Hari Guru Nasional profesi guru adalah profesi yang paling sangat mulia.(fauzy)
Leave a Reply