Kabarindonesianews-Camat Tajurhalang Ivan Pramudia tinjau semua kesiapan dan mekanisme Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang pagi hari Senin ini ( 11/02/25 ) serentak dilaksanakan di seluruh Puskesmas Indonesia. Dimana program CKG ini ditargetkan untuk 280 juta peserta dengan total anggarannya mencapai 4,7 triliun.
Pada kesempatan ini, Camat Tajurhalang Ivan Pramudia bersama dr. Fransiskus Misi selaku Kepala UPT Puskesmas Tajurhalang dengan penuh semangat menyaksikan launching program CKG di Puskesmas Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Lebih jauh Camat Tajurhalang Ivan Pramudia, menjelaskan bahwa program CKG ini serentak dilaksanakan di seluruh Puskesmas diwilayah Indonesia dan salah satunya Puskesmas Tajurhalang.
“Khusus peserta yang kelahiran bulan Januari, Februari, dan Maret mendapatkan prioritas yakni boleh cek kesehatan gratis dibulan April, tentunya dengan mengikuti prosedur persyaratan yang sudah ditetapkan,” ucap Ivan disaat melakukan Launching ini.
Sebagai kepanjangan tangan Pemda setempat Ivan Pramudia mengajak seluruh masyarakat Tajurhalang untuk berperan aktif mensukseskan program CKG ini.
“Ayo semua masyarakat Tajurhalang daftarkan diri anda untuk ikut program CKG ini, karena kesempatan ini sangat berguna dan sayang jika tidak dimanfaatkan,” serunya.
“Perlu masyarakat ketahui bahwa pemerintah hanya menyediakan 30 kuota di setiap puskesmas per hari melalui digital, jadi segera daftar dan jangan sampai kehabisan kuota,” pungkas Ivan Pramudia selaku Camat Tajurhalang.
dr.Fransiskus Misi selaku Kepala UPT Puskesmas Tajurhalang juga membeberkan bahwa jenis pemeriksaan dalam CKG ini banyak variasinya, mulai dari skrining, kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan sampai pemeriksaan gizi, telinga, mata dan tekanan darah.
“Fokus untuk usia dewasa dan lansia pemeriksaan akan lebih diutamakan kepada resiko stroke, jantung, kanker, juga kesehatan mental dan fisik,” Jelas dr.Fransiskus.
Untuk mendapatkan CKG ada dua cara, diantaranya, daftar melalui aplikasi SATU SEHAT, dengan mengisi profil atau data lengkap terlebih dulu, dan yang kedua melalui pesan WhatsApp Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di nomor 081110500567.
“Khusus untuk masyarakat yang wilayahnya tidak memiliki akses internet atau tidak memiliki smartphone atau ponsel bisa datang langsung ke puskesmas,” Tambahnya lagi.
dr.Fransiskus lebih detil menjelaskan bahwa penerima manfaat ini lebih di utamakan warga yang sudah terdaftar di BPJS dan sudah disosialisasikan melalui sosmed yang ada dipuskesmas yaitu, Twitter, Ig, WhatsApp , group kelompok nakes, para kader posyandu Desa bahkan juga sudah dilaukan pada saat pertemuan didesa juga menyurati secara resmi ke kepala Desa akan program ini.
Terkait persiapan dan pelaksanaannya dr.Frans mengungkapkan bahwa seluruh staf Nakes dan staf jajaran di Puskesmas selalu siap setiap saat karena kegiatan ini tidak ada yang spesifik, puskesmas hanya melakukan pemeriksaan seperti biasanya. (Wan)
Leave a Reply