Kabarindonesianews-Dalam Lampiran II Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 67/Permentan/SM.050/12/2016 sudah dijelaskan, Rencana Definitif Kelompok Tani (RDK) merupakan rencana kerja usahatani dari kelompok tani untuk periode satu tahun yang berisi rincian kegiatan tentang sumber daya dan potensi wilayah, sasaran produktivitas, pengorganisasian dan pembagian kerja serta kesepakatan bersama dalam pengelolaan usahatani, kemudian RDK dijabarkan lebih lanjut menjadi RDKK.
Sedangkan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani) merupakan alat perumusan untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi dan alat mesin pertanian, baik yang berasal dari kredit/permodalan/subsidi usaha tani maupun dari swadana petani
Desa Purwasari Kecamatan Dramaga menggelar musyawarah tentang penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok tani (RDKK) Rabu (07/9)
Kades Purwasari Yusup Mustopa mengatakan kegiatan Musyawarah RDKK dengan kelompok tani yang ada di wilayah Desa Purwasari kali ini selain Musyawarah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani juga ada penataan Gapoktan serta Manajerial kepengurusan al shinta tentang UPJA.
Rangkaian kegiatan ini untuk mendukung pertanian di desa Purwosari Sehingga tahu berapa kebutuhan pupuk yang bersubsidi dan berapa pupuk non subsidi karena berkaitan dengan jenis tanaman yang di tanam oleh petani sebab pupuk yang bersubsidi sekarang hanya di peruntukan untuk jenis tanaman padi, jagung, cabe, kedelai, kopi, serta bawang, jelas yusuf
Yusuf menerangkan untuk yang hadir dalam kegiatan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani(RDKK) yaitu Ketua KTNA, Staf penyuluh, UPT, Kelompok Tani serta Perwakilan Lembaga Desa Purwasari.
Untuk petani perlu adanya peningkatan pemahaman di karenakan kemauan petani sekarang menginginkan cara yang simple tentang kebutuhan petani, padahal semua itu ada mekanismenya serta aturan yang di dukung oleh PerMen tentang penggunaan pupuk, sehingga petani tidak bisa membeli pupuk yang bersubsidi padahal jenis tanamannya di luar ketentuan penanaman yang di khususkan untuk pupuk bersubsidi, sambungnya
Kepada para petani untuk tetap semangat serta menjaga dan meningkatkan komunikasi apalagi di zaman digital karena petani pun harus mampu mengoperasikan handpone dan alat digital lainnya, sebab untuk pupuk yang bersubsidi harus giotogien yaitu petani di foto di lokasi tempat dimana petani itu bercocok tanam jadi petani harus lebih insten dalam berkomunikasi untuk menambah wawasan, pesannya
Semoga para petani bisa menjalankan PerMen yang sudah di tetapkan serta petani dapat merasakan dampak dari pupuk bersubsidi untuk lebih meningkatkan perekonomian khusudnya para petani, harapnya. (Jhon)
Leave a Reply