BanKeu Akselerasi Rp 1,5 Miliar Digelontorkan ke Desa Kemang, 9 Program Prioritas Siap Direalisasikan

Kabarindonesianews – Pemerintah Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, mulai mematangkan realisasi Bantuan Keuangan (BanKeu) Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun Anggaran 2026. Dengan total anggaran mencapai Rp 1,5 miliar dari APBD Kabupaten Bogor, pemerintah desa telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang mencakup pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi BanKeu Akselerasi 2026 yang digelar di wilayah Desa Kemang. Kegiatan ini dihadiri unsur Muspika Kecamatan Kemang, BPD, LPM, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), para ketua RT/RW, kepala dusun, serta tokoh masyarakat.

Kepala Desa Kemang, H. Entang Suana, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi, atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Kemang melalui program bantuan keuangan tersebut.

Menurutnya, BanKeu Akselerasi merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi yang telah memberikan kepercayaan BanKeu Akselerasi 2026 kepada desa kami. Ini amanah besar yang harus dijaga dan direalisasikan secara transparan,” ungkap H. Entang.

Ia menegaskan, pelaksanaan program BanKeu tahun ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sektor pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kemang, Rahmad, menjelaskan bahwa total anggaran Rp 1,5 miliar tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 900 juta dialokasikan untuk sembilan program, sedangkan tahap kedua sebesar Rp 600 juta difokuskan pada dua kegiatan pembangunan infrastruktur.

SEMBILAN PROGRAM JADI PRIORITAS TAHAP PERTAMA

Pada tahap pertama, Pemerintah Desa Kemang menyiapkan sembilan program prioritas, yakni:

  1. Dayeh Pajajaran, berlokasi di Kemang Ujung RT 02/RW 01.
  2. Sasar Sadesa, program Satu Sarjana Satu Desa.
  3. Desa Digital, melalui digitalisasi data desa.
  4. BPJS Ketenagakerjaan, bagi pekerja rentan.
  5. Desa Siaga TBC, untuk pencegahan dan pengendalian tuberkulosis.
  6. Pemberdayaan lembaga kemasyarakatan desa, termasuk PKK.
  7. Pengaspalan jalan.
  8. Pemberdayaan Karang Taruna.
  9. Betonisasi jalan.

Rahmad menjelaskan, salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah Dayeh Pajajaran yang berlokasi di Kemang Ujung RT 02/RW 01. Kawasan tersebut dirancang dengan mengangkat potensi lokal perikanan ikan hias sebagai identitas dan daya tarik lingkungan.

“Di lokasi tersebut terdapat potensi perikanan ikan hias yang menjadi ciri khas masyarakat. Karena itu, Dayeh Pajajaran akan dikembangkan sebagai akses masuk menuju kawasan perkampungan yang memiliki aktivitas usaha ikan hias,” jelas Rahmad.

Sejumlah fasilitas pendukung juga akan dibangun, di antaranya pengelolaan tong sampah komposit, pemasangan pagar bambu beserta ornamen, delapan titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), satu unit pos kamling, serta pengecatan marka jalan.

TAHAP KEDUA FOKUS JALAN DAN PEMBANGUNAN JEMBATAN

Untuk tahap kedua dengan alokasi anggaran Rp 600 juta, pemerintah desa memprioritaskan pembangunan infrastruktur berupa pengaspalan dan betonisasi jalan desa serta pembangunan jembatan.

Pekerjaan jalan direncanakan sepanjang kurang lebih 350 meter di wilayah RT 01/RW 10 hingga RT 04/RW 08. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, termasuk pekerjaan awal sepanjang sekitar 87 meter dengan alokasi Rp 100 juta.

Selain itu, pengembangan akses jalan di kawasan Dayeh Pajajaran juga menjadi perhatian dengan alokasi anggaran tersendiri sebesar Rp 300 juta sebagaimana dijelaskan pihak pemerintah desa.

Sementara itu, pembangunan jembatan akan dilaksanakan di RT 01/RW 02 dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 3,5 meter. Pembangunan tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 300 juta.

EMPAT WARGA DAPAT KESEMPATAN KULIAH, 250 PEKERJA RENTAN TERDAFTAR BPJS

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, Desa Kemang juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Sasar Sadesa atau Satu Sarjana Satu Desa.

Pada program tersebut, sebanyak empat orang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Mereka terdiri dari tiga unsur perangkat desa, yakni Kasi Pemerintahan Uceng Sumarta, Kaur Umum Irman, dan Operator Konten Bagas, serta satu warga masyarakat, Malik Al Adar Putra Yuwana dari RT 04/RW 08.

Di bidang perlindungan tenaga kerja, Pemerintah Desa Kemang juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25.200.000 untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 250 pekerja rentan.

Besaran premi yang dialokasikan sebesar Rp 16.800 per orang setiap bulan selama enam bulan. Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja yang memiliki tingkat kerentanan ekonomi.

DESA KEMANG JADI DESA SIAGA TBC

Program lainnya adalah pembentukan Desa Siaga TBC dengan anggaran sebesar Rp 10 juta dan sasaran kegiatan sekitar 7 hingga 15 orang.

Menurut Rahmad, program tersebut menjadi wadah koordinasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa untuk mencegah, mendeteksi, serta mengendalikan penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC).

“Program Desa Siaga TBC ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian TBC. Harapannya, masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan lingkungan dan melakukan deteksi dini,” paparnya.

Menutup keterangannya, Rahmad mewakili Pemerintah Desa Kemang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungan anggaran pembangunan desa tahun 2026.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Kemang dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, khususnya Bapak Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi. Mudah-mudahan seluruh program BanKeu Akselerasi 2026 dapat terealisasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui dukungan BanKeu Akselerasi 2026, Pemerintah Desa Kemang berharap pembangunan desa dapat berjalan lebih merata, kualitas pelayanan masyarakat meningkat, serta potensi ekonomi lokal semakin berkembang.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian pelaksanaan program berjalan lancar, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*