Kabarindonesianews—Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas , Kabupaten Bogor hari ini Sabtu, 3 Oktober 2026 mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk rencana kegiatan 2027 dan menampung daftar usulan bantuan keuangan (Bankeu) 2028.
Kepala Desa Pagelaran, Yusuf Maulana, mengatakan forum ini juga sekaligus mengecek progres pendataan Asta Geodesa, yaitu program pendataan digital yang diprogramkan oleh Kabupaten Bogor.
Untuk skala prioritas Dana Desa, pihaknya mengambil pagu definitif tahun kemarin karena pagu indikatif 2027 belum keluar.
“Untuk dana desa, kita mengambil pagu
definitif Rp 373 juta karena pagu anggaran untuk Dana Desa 2027 ini belum keluar pagu indikatifnya,” ujar Yusuf.
Dari anggaran tersebut, ada kegiatan yang sudah menjadi kewajiban yang ditetapkan pusat, sisanya baru untuk infrastruktur.
“Itu pun dengan dana yang terbatas kita memilih pada Musyawarah RW tadi sudah ditawarkan program yang benar-benar skala prioritas, bukan program bagi-bagi kue,” tegasnya.
Untuk daftar usulan 2027, ada kendala terkait pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) di RW 9.
“Lokasinya di RW 9, di aliran sungai Cikoleang. Izinnya harus BWS (Balai Wilayah Sungai), prosesnya tidak mudah harus ke Kementerian. Takutnya banyak terkendala terkait perizinannya dan kewenangannya, mungkin kita cancel, kita alihkan atas kesepakatan forum,” jelasnya.
Untuk TPT tersebut memang belum diajukan ke dinas karena masih rencana 2027, jadi lebih baik dialihkan dari awal ke titik yang lebih aman.
Program mandatori yang wajib dilaksanakan:
1. Digitalisasi Desa (Asta Geodesa)
2. Dayeh Pajajaran + Penanganan Sampah – Dijalankan di RW Bawah / wilayah rawan pembuangan sampah sembarangan.
“Kita genjot di wilayah tersebut, dari daya pajajarannya terus pengelolaan sampahnya juga, sehingga wilayah rawan buang sampah sembarangan bisa dinetralisir.”
3. Satu Desa Satu Sarjana – 4 orang, terdiri dari 3 perangkat desa dan 1 umum.
Bankeu Kabupaten Bogor, Desa Pagelaran akan membangun:
– Kantor Desa 2 lantai
– Pengecoran jalan lingkungan di RW 6
Yusuf menjelaskan sejak 2021 Desa Pagelaran tidak pernah mengaspal, rata-rata pengecoran dan hasilnya awet.
“Insya Allah tahun 2027 itu jalan-jalan lingkungan yang lebar 3 meter atau 2,5 meter sudah tidak ada lagi jalan jelek di Desa Pagelaran. Untuk jalan perkampungan sendiri sudah 80 persen. Yang dilalui kendaraan roda 4 Insya Allah sudah bisa terselesaikan semua, kecuali mungkin daerah perumahan,” harapnya.(Nia)

Leave a Reply