Bantuan Keuangan Desa Bojong Jengkol 3 Titik Dan Sulap Desa Lembur Dewek

Kabarindonesianews– Kabar gembira datang dari Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Anggaran bantuan keuangan desa atau yang dulu dikenal dengan nama Samisade, kini naik signifikan dari Rp 1 miliar menjadi Rp 1,5 miliar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Bojong Jengkol, Awaludin Ma’rifatullah, kepada awak media.

Kades yang akrab disapa Awaludin ini menjelaskan, kenaikan anggaran tersebut akan dibagi untuk dua pos besar, yakni infrastruktur dan non-infrastruktur.

Untuk infrastruktur dengan total anggaran Rp 1 miliar, dibagi menjadi tiga kegiatan prioritas:

  1. Betonisasi Jalan di RW 07 Sepanjang 73 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter.
  2. Jembatan Penghubung RW 06 – RW 07 Sepanjang 18 meter dengan lebar 3 meter, menjadi akses vital penghubung antar warga.
  3. Pengaspalan Jalan di RW 04 Sepanjang 330 meter dengan lebar 2,6 meter dan tebal 0,04 meter.

Inovasi Non-Infrastruktur: Dari Sarjana Desa Hingga Lembur Dewek

Sisa anggaran Rp 500 juta dialokasikan untuk kegiatan non-infrastruktur yang tak kalah menarik. Ada yang bersifat wajib dan pilihan.

  1. Program Satu Desa Satu Sarjana (Sasar Sades).

Desa Bojong Jengkol tahun ini berhasil mengkuliahkan 5 orang anak melalui anggaran ini. Hebatnya, prioritas utama diberikan untuk anak yatim.

“Anak yatim kita ada 235 orang. Kita akan beri kemudahan satu persatu setiap tahun agar mereka bisa kuliah sampai sarjana,” tegas Awaludin.

  1. Digitalisasi Desa Berbasis Data Akurat

Mengusung jargon “No Data, No Konsep, No Program, No Uang”, desa ini tengah membangun sistem data desa yang ditargetkan akurasinya mencapai 99% untuk menunjang program SDGs.

  1. Program SIAGA TB

Anggaran tahap pertama difokuskan untuk penuntasan penyakit TBC di wilayah desa, agar penularan tidak meluas dan bisa tertangani tuntas.

 

  1. Program Unggulan: Dayeuh Pajajaran – Lembur Dewek

Ini yang paling menyita perhatian. Dengan anggaran Rp 300 juta, Desa Bojong Jengkol menyulap kampung menjadi *Kampung Daya Pajajaran* dengan ikon “Lembur Dewek”.

“Kenapa harus Lembur Dewek? Karena siapapun yang mengatakan Lembur Dewek itu pasti ada emosional yang kita titipkan di sana, supaya mereka bisa memiliki kampung itu,” ujar Kades Awaludin.

Sepanjang 970 meter jalan kampung kini dihias cantik dan sudah memasuki tahap finishing. Antusias warga sangat tinggi. Ke depan, jalur ini akan menjadi track_untuk jogging, senam, jalan sehat, hingga bersepeda.

Tidak berhenti di hiasan, Kades Awaludin juga menyiapkan gebrakan ekonomi:

– 12 Gerai UMKM akan dibangun dan diserahkan ke 12 RW untuk diisi oleh pelaku UMKM masing-masing wilayah.

– Toilet Umum di setiap RT yang berada di pinggir jalur Lembur Dewek untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

“Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Mereka tidak hanya ingin punya gapura dan jalan bagus, tapi ingin kampungnya benar-benar menjadi destinasi,” pungkasnya.

Dengan konsep pembangunan berbasis data, peduli pendidikan yatim, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, Desa Bojong Jengkol membuktikan bahwa anggaran desa bisa menjadi motor perubahan nyata.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*