Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Digelar Serentak, Kemenag Kota Bogor Dorong Siswa Berprestasi di Bidang Sains

Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menyelenggarakan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kota/Kabupaten secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk Kota Bogor, kegiatan ini dipusatkan di Aula MAN 2 Kota Bogor pada 7-9 September 2026 dan dimulai pukul 06.45 WIB.

Pembukaan OMI berlangsung sederhana dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan akibat abu vulkanik Gunung Krakatau. Seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan yang hadir diwajibkan menggunakan masker sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan selama kegiatan.

OMI merupakan ajang tahunan untuk peningkatan mutu akademik dan prestasi siswa. Meski awalnya untuk jenjang MI, MTs, dan MA, namun kegiatan ini terbuka untuk seluruh pelajar, baik dari naungan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan.

Ade Rahman, Ketua Panitia OMI Kota Bogor menjelaskan, pelaksanaan OMI di Kota Bogor diikuti 456 peserta dari berbagai jenjang. “Untuk tingkat MI/SD ada 121 peserta, MTs/SMP 190 peserta, dan MA/SMA 145 peserta. Rinciannya, siswa dari MI 99 orang dan SD 22 orang,” jelas Ade Rahman.

Karena sistemnya online, seluruh peserta dari Kota Bogor dipusatkan di MAN 2 Kota Bogor dan dibagi menjadi 4 sesi. Sesi terakhir berakhir pada pukul 17.30 WIB. Aspek kejujuran dan integritas menjadi hal utama dalam pelaksanaan di satu titik lokasi.

Mata Lomba Sains Berbasis Integrasi KeagamaanMata pelajaran yang dilombakan disesuaikan dengan jenjang. Untuk MA/SMA meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dan Geografi. MTs/SMP: Matematika, IPA, IPS. Sedangkan MI/SD: Matematika dan IPAS.Yang membedakan OMI dengan olimpiade lain adalah soalnya terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan.

“Jadi namanya OMI itu, soal-soalnya adalah soal sains tapi yang terintegrasi dengan keagamaan. Contohnya soal geografi ada bahasa Arabnya, atau jawabannya terkait ayat. Perhitungannya juga dikaitkan,” ungkap Ade Rahman.

Kemenag Dorong Prestasi Sains dan Riset Selain OMI Sains, Kemenag juga menggelar OMI Riset yaitu lomba karya tulis ilmiah. Pendaftaran ditutup tanggal 2 September.

Nantinya akan dipilih 30 proposal terbaik se-Indonesia, dan 6 terbaik akan masuk final di Jakarta.

“Untuk Kota Bogor, sementara dari MAN 2 ada 7 proposal dan MAN 1 ada 6 proposal. Jadi total sekitar 13 proposal tingkat MA yang diajukan,” tambah Ade.

H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I, M.E.I, Kepala Kemenag Kota Bogor dalam sambutannya mendorong siswa untuk terus berprestasi.

“seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam OMI 2026. Ia berharap ajang tersebut menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi terbaiknya”. ujarnya

Sementara itu Drs. H. Eman Supriyatman, M.Pd, Kepala MAN 2 Kota Bogor selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi dan Selamat berkompetisi kepada seluruh peserta OMI. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, dan menunjukkan prestasi terbaik.

Para pemenang akan mendapatkan piala dan uang pembinaan.MAN 2 Kota Bogor sendiri memiliki sejarah membanggakan karena pernah meloloskan siswanya hingga tingkat nasional OMI di Maluku Utara.

OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”. Ajang ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem sains, riset, dan inovasi di madrasah sekaligus mendorong lahirnya generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berkarakter.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*