Salurkan Energi Positif Anak Muda, Student Fight Club Bogor Digelar Profesional di Aula SMAN 7 Kota Bogor

KabarIndonesiaNews – Semangat dan energi generasi muda Kota Bogor tersalurkan dalam ajang Student Fight Club yang digelar di Aula SMAN 7 Kota Bogor, Sabtu (29/8/2026). Event perdana ini menjadi wadah positif bagi pelajar dan alumni untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga bela diri, khususnya tinju, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Kegiatan Student Fight Club diikuti oleh 84 fighter yang bertanding dalam 42 partai pertandingan. Pelaksanaan event mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI, kepolisian hingga pihak terkait lainnya.

Ketua Panitia Student Fight Club, James Hendrik Sobari, mengatakan proses persiapan kegiatan dilakukan cukup panjang dengan mengedepankan aspek profesionalisme, keamanan serta keberlangsungan pembinaan para fighter.

“Kami meminta dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Disdik, KCD, pihak sekolah, Kadispora, KONI, kepolisian dan instansi lainnya. Semua proses yang diperlukan kami tempuh demi keberlangsungan acara dan masa depan para fighter,” ujarnya.

Menurut James, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar menghadirkan pertandingan di atas ring, tetapi memiliki misi lebih besar dalam membina generasi muda agar mampu menyalurkan energi dan semangat kompetitif melalui jalur olahraga.

James menilai olahraga bela diri dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk mengarahkan anak-anak muda yang sebelumnya memiliki energi berlebih ke arah yang lebih positif dan produktif.

Ia mencontohkan sejumlah anak muda yang sebelumnya pernah terlibat dalam tawuran, namun setelah mendapatkan pembinaan dan latihan secara serius, kini mampu berkembang menjadi atlet dan menorehkan prestasi.

“Ketika mereka masuk ke dunia olahraga dan rutin berlatih, pola hidup mereka juga berubah. Mereka menjadi lebih disiplin dan punya tujuan untuk meraih prestasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Felix Marta selaku Dewan Penasehat dan Pembina Student Fight Club. Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang dan wadah yang tepat untuk menyalurkan energi, semangat serta potensi yang dimiliki.

“Anak-anak muda punya energi dan semangat yang besar. Kalau tidak ada wadahnya, energi itu bisa tersalurkan ke hal-hal yang negatif. Karena itu kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengkonversi energi mereka menjadi sesuatu yang positif dan berprestasi,” ungkap Felix.

Felix yang juga merupakan alumni SMAN 7 Kota Bogor menegaskan, Student Fight Club ke depan akan dibangun secara profesional, transparan dan berkelanjutan dengan regulasi pertandingan yang mengikuti standar organisasi tinju serta berada dalam pembinaan olahraga yang resmi.

Student Fight Club merupakan event perdana yang secara khusus mempertemukan pelajar dan alumni dalam atmosfer kompetisi olahraga.

Meski baru pertama kali digelar, panitia memiliki rencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin. Bahkan ke depan akan diperebutkan sabuk bergilir sebagai simbol prestasi dan gengsi positif antar sekolah.

“Harapannya, gengsi anak-anak sekolah bukan lagi di jalanan, tetapi di atas ring. Sekolah yang memiliki atlet terbaik bisa mempertahankan sabuknya, sementara sekolah lain berusaha merebutnya melalui pertandingan yang sportif,” jelas James.

Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan rivalitas sehat antar sekolah sekaligus mendorong para pelajar untuk berlatih secara disiplin dan meningkatkan kemampuan.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Drs. Anas S. Rasmana, M.M., turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Student Fight Club.

Menurutnya, olahraga tinju dan bela diri memiliki potensi besar dalam menampung minat generasi muda, terlebih saat ini olahraga combat sport semakin berkembang dan diminati.

“Saya melihat kegiatan ini sebagai wadah yang sangat baik bagi pelajar untuk menyalurkan semangat bertanding secara positif. Banyak anak-anak yang memiliki potensi dan adrenalin tinggi, tinggal bagaimana kita memberikan ruang yang tepat,” katanya.

Anas juga mewacanakan adanya partai eksebisi bagi pelajar yang ingin merasakan pengalaman bertanding, namun belum sepenuhnya siap menjadi atlet profesional.

Dengan konsep pertandingan yang lebih ringan, para pelajar diharapkan dapat mengenal atmosfer kompetisi sebelum memutuskan untuk menjalani pembinaan secara serius di sasana.

Lebih dari sekadar pertandingan, Student Fight Club diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi lahirnya atlet-atlet muda Kota Bogor yang mampu berprestasi di tingkat regional hingga nasional.

James Hendrik Sobari pun memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjadikan hasil pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Untuk yang menang, terus kembangkan potensi dan jangan cepat puas. Untuk yang kalah, jangan pernah patah semangat. Kegagalan di awal bukan berarti akhir, justru bisa menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik,” pesannya.

Melalui kolaborasi antara panitia, pembina, sekolah, pemerintah daerah dan organisasi olahraga, Student Fight Club Kota Bogor diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.

Ajang ini bukan hanya tentang siapa yang menang di atas ring, melainkan bagaimana olahraga mampu membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas dan mental juara generasi muda Kota Bogor. Dengan semangat bertanding secara sportif dan berprestasi, energi anak muda diharapkan tidak lagi tersalurkan ke hal-hal negatif, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*