Tutup MPLS Dengan Aksi Ekologi, SMAN 1 Kota Bogor Di Alun-Alun Kota Bogor

Kabarindonesianews-Siswa baru SMAN 1 Kota Bogor mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) “Sekolah Maung” Tahun Ajaran 2026/2027 selama 5 hari. Kegiatan ini menjadi pembeda dengan sekolah reguler karena menekankan ekspos prestasi dan nilai Panca Waluya.

Wakasek Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kota Bogor, Anwar Sanusi, S.Pd., M.Pd. mengatakan MPLS di Sekolah Maung dirancang khusus sesuai jalur prestasi.

“Yang berbeda dengan sekolah reguler adalah di sekolah maung ada ekspos prestasi di hari penutupan MPLS siswa menampilkan semua nanti sesuai dengan jalur masuknya,” ujar Anwar, Selasa (21/7/2026).

Materi sekolah maung seperti Pendidikan Karakter & Anti-Kekerasan, Penanaman nilai moral dan pencegahan bullying (perundungan) di lingkungan sekolah.Wawasan Kebangsaan: Materi kedisiplinan dan bela negara yang disampaikan langsung oleh unsur TNI dan Polri setempat.Kesadaran Hukum & Anti-Narkoba: Penyuluhan mengenai bahaya narkoba (P4GN) dan tata tertib lalu lintas.Orientasi Akademik & Lingkungan: Pengenalan kurikulum, visi misi sekolah, tata tertib, serta wawasan lingkungan sekolah.Kecakapan Digital: Pembekalan literasi digital agar siswa cerdas, bijak, dan bertanggung jawab menggunakan teknologi.Pengenalan Ekstrakurikuler: Open house dan unjuk bakat (unjuk kabisa) dari siswa berprestasi non-akademik dan atlet.

“Ada 6 orang dari TNI yang membimbing anak-anak kita untuk berlatih disiplin, baris-baris, senam, dan lain-lain. Itu yang membedakan antara sekolah reguler dengan sekolah maung,” jelasnya.

Selain TNI, materi juga diisi BNN terkait bahaya narkoba, Kejaksaan untuk anti-korupsi, serta Polri untuk tertib lalu lintas.

Aksi Ekologi penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 1 Kota Bogor dibagi beberapa lokasi Gang Selot, lingkungan sekitar sekolah, dan Alun-alun Kota Bogor.

“Setelah aksi ekologi, siswa kembali ke sekolah untuk mengerjakan asesmen Panca Waluya. Siang nanti ada penutupan dan kelulusan siswa MPLS yang ditandai dengan pelepasan tanda nametag dan penandatanganan tata tertib siswa oleh perwakilan orang tua,” tutur Anwar.

Panca Waluya sendiri mengusung nilai *Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer* sebagai karakter utama siswa Jabar.

Anwar berharap MPLS Maung membuat siswa cepat beradaptasi dan mengenal lingkungan sekolah.

Sementara Kepala SMAN 1 Kota Bogor Drs. Atip Suherman, Menyampaikan MPLS kan harus dimaknai sebagai masa untuk memperkenalkan anak-anak kepada lingkungan sekolah yang baru. Jadi diperkenalkan mulai dari tata tertib, lingkungan sarana prasarana, kemudian guru-gurunya, tata tertibnya begitu yang harus menjadi pegangan baik guru maupun siswa dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Pembukaan kegiatan Ekologi aksi nyata oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah 2 Jawa Barat, Yudi Rahmat,  mengatakan kegiatan MPLS Pancawaluya yang bisa membangkitkan atau meningkatkan menumbuhkan karakter baik untuk para siswa
Supaya mereka mencintai lingkungan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bogor Yulianti Rosdian, S.Pd., M.Pd. menyampaikan kami mengikuti arahan Disdik Jabar dalam teknis pelaksanaan MPLS ini. Dengan tema MPLS Pancawaluya, para siswa baru diharapkan bisa memiliki 5 karakter yang terdapat pada Pancawaluya. Yakni cageur, bageur, bener, pinter dan singer.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*