KabarIndonesiaNews – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor menggelar Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda) sebagai rangkaian penyambutan peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung sejak Senin hingga Jumat dengan berbagai materi pengenalan lingkungan madrasah, pembentukan karakter, serta demonstrasi ekstrakurikuler.
Humas MAN 1 Kota Bogor, Nining Yuningsih, menjelaskan bahwa Mata Muda diawali dengan upacara pembukaan yang diresmikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I, M.EI.. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyematan tanda peserta kepada siswa baru, pelepasan balon ke udara, serta perkenalan jajaran pimpinan madrasah, guru, dan tenaga kependidikan kepada seluruh peserta.
“Pada hari pertama siswa dikenalkan dengan lingkungan madrasah, pembagian kelas, wali kelas, serta budaya yang ada di MAN 1 Kota Bogor agar mereka lebih siap mengikuti proses pembelajaran,” ujar Nining.
Selama pelaksanaan Matamuda, para siswa mendapatkan berbagai materi dari internal maupun eksternal madrasah. Materi dari internal disampaikan oleh wakil kepala madrasah bidang Akademik, Kesiswaan, Sarpras, humas, guru Bimbingan Konseling (BK), dan tenaga pendidik lainnya yang membahas kedisiplinan dan tata tertib, pencegahan perundungan (bullying), hingga pengenalan budaya madrasah.
Sementara itu, narasumber dari luar berasal dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Kepolisian, yang memberikan edukasi mengenai kesehatan, keselamatan, serta wawasan hukum bagi peserta didik baru.
Di waktu yang sama, para guru MAN 1 Kota Bogor mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru. Workshop tersebut membahas implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), integrasi kurikulum dengan pendidikan agama, serta penerapan konsep deep learning dalam proses pembelajaran, juga membahas terkait madrasah unggul.
Menurut Nining, workshop tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun administrasi pembelajaran dan memperkuat implementasi kurikulum terbaru yang diterapkan di MAN 1 Kota Bogor menuju madrasah unggul.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I, M.EI., mengapresiasi prestasi MAN 1 Kota Bogor yang mampu mencatatkan jumlah lulusan terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari Madrasah Aliyah se-Jawa Barat pada tahun 2026.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik baru agar memanfaatkan kesempatan belajar di MAN 1 Kota Bogor dengan sebaik-baiknya serta terus mengembangkan potensi hingga mampu melanjutkan pendidikan, tidak hanya di perguruan tinggi dalam negeri tetapi juga di tingkat internasional.
Sementara itu, Drs. Cep Anwar, M.Pd selaku Kepala MAN 1 Kota Bogor mengucapkan selamat datang kepada seluruh siswa baru dan mengajak mereka untuk belajar dengan penuh semangat, disiplin, serta mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki demi meraih cita-cita.
Tahun ajaran ini, MAN 1 Kota Bogor menerima 360 siswa baru, jumlah yang relatif sama setiap tahunnya.
Materi Matamuda (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) di MAN 1 fokus pada pengenalan lingkungan sekolah, agama, dan karakter. Materinya meliputi:
Materi 1: Kemadrasahan I (Visi, Misi, Sejarah, Profil)
Materi 2: Dinamika Kelompok
Materi 3: Kemadrasahan II (Tata Tertib & Budaya Madrasah)
Materi 4: Moderasi Beragama & Wawasan Kebangsaan
Materi 5: Madrasah Sehat
Materi 6: Pendidikan Karakter (Anti-Bullying & Anti-Narkoba)
Materi 7: Budaya Digital & Etika Bermedia Sosial
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, madrasah menggelar demo ekstrakurikuler yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan siswa, di antaranya Pramuka, PMR, Jurnalistik, Prisman, Hadroh, Marawis, Kajian Keagamaan, Komunitas Seni Musik, Seni Tari, hingga berbagai cabang olahraga seperti futsal, bola voli, dan bulu tangkis.
Melalui kegiatan tersebut, siswa baru diharapkan dapat mengenal seluruh pilihan kegiatan ekstrakurikuler sekaligus menyalurkan minat dan bakat mereka selama menempuh pendidikan di MAN 1 Kota Bogor.
Nining menegaskan bahwa tujuan utama Matamuda adalah membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan madrasah, mengenal budaya pembiasaan seperti salat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta budaya hidup sehat, sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman, berakhlakul karimah, terampil, dan berprestasi.(Nia)
Leave a Reply