2.600 Siswa Sekolah Boash Dukung MPLS Ramah Anak Ajaran Tahun 2026-2027

Kabarindonesianews -Yayasan Borcess Ashokal Hajar resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 – 2027. Mengusung tema Semarak Budaya ” Bersatu dalam keberagamaan,berkarya untuk masa depan” kegiatan ini diikuti oleh 2.600 murid baru yang terdiri dari jenjang SD,SMP, SMA, dan SMK Boash 1 dan SMK Boash 2 dilaksanakan gedung Boash Convention Centre Kabupaten Bogor.

Kegiatan dibuka langsung oleh Pembina Yayasan Borcess Ashokal Hajar, Muztahidin Al-Ayubi, Kepala Disdik Kabupaten Bogor,serta dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, serta Kepala SD, SMP, SMA, SMK Boash 1 dan SMK Boash 2 beserta seluruh dewan guru. Pelaksanaan MPLS ini berjalan sesuai dengan instruksi resmi dari Kementerian Pendidikan serta Dinas Pendidikan Provinsi jawa Barat.

Dalam sambutan Pembina Yayasan Borcess Ashokal Hajar, Muztahidin Al-Ayubi mengatakan bahwa MPLS merupakan program penyambutan peserta didik baru dari pihak sekolah yang diterapkan pada awal tahun ajaran baru untuk pengenalan bagi siswa baru mengenai aktivitas, lingkungan, hingga sarana dan prasarana sekolah.

Dengan kegiatan ini diharapkan dapat lebih mengenal potensi para siswa baru sekaligus menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif menumbuhkan peri-laku positif, jujur, mandiri, menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, disiplin.

Ketua pelaksana MPLS Robi mengatakan selama 2 hari 2.600 peserta mengikuti MPLS dilaksanakan Boash Convention Centre.

“Saat MPLS 2 hari siswa ada yang membawa ikan, pohon rindang untuk SMA, dan SMK serta SMP pohon merambat tujuannya penghijauan untuk lingkungan sekolah. Untuk yang SD membawa pohon buah dari berbagai macam, jenis buah-buahan” ujarnya

“Kami mengedukasi para calon siswa agar lebih mencintai alam sekitar dengan cara menanam pohon untuk masa depan,” ucap Roby.

Selama 2 hari MPLS ini narasumber berbeda . Hari pertama itu karena kita ada materi tentang entrepreneur, Rana Rayendra, alumni sekolah boash antar lain Amelia Salsabila sekarang menjadi dokter forensik ,Faridz Faturahman yang melanjutkan ke Jerman, Jocelin Wijaya menjadi bidang perfilman, Kapolsek Kemang juga mengisi, terkait tata tertib anak di jalanan, gitu, penaklukan remaja. Itu memberikan penyuluhan dan edukasi terkait berkendara di jalan.

Saat ditemui Dr. Rusliandy selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengatakan bahwa MPLS harus berjalan dengan ramah, kemudian humanis, kemudian inklusif, dan menyenangkan.

“Sekolah Boash diberikan Peserta-peserta didik yang baru diberikan beberapa wawasan, motivasi, termasuk inspirasi, termasuk kreativitas-kreativitas senior-seniornya yang ada di satuan pendidikan yang terpenting adalah: MPLS tidak ada kekerasan, bukan pelonjoran.” Ujarnya .

Berharap bisa lebih berkualitas lagi ke depannya, dengan proses pembelajaran yang terus kita tingkatkan kualitasnya, kemudian semakin merata bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Acara semakin meriah dengan pembagian doorprize yang membangkitkan keceriaan di kalangan peserta , guru pengajar dan pembina yayasan.(Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*