Kabarindonesianews-Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor menggelar kegiatan Sanlat (Pesantren Kilat) Ramadan dengan konsep pembelajaran terintegrasi antara mata pelajaran umum dan pendidikan agama. Program ini dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan menyesuaikan petunjuk teknis dari Kementerian Agama.
Humas MAN 1 Kota Bogor, Nining Yuningsih, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada juknis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, yang memberikan dua pilihan model pembelajaran selama Ramadan.
“Dalam juknis itu ada dua pilihan penyelenggaraan. Pertama pesantren kilat dengan sistem menginap, dan kedua sanlat full day. Untuk tingkat Aliyah kami memilih opsi kedua, yaitu sanlat full day,” ujar Nining.
Meski disebut full day, pihak sekolah tetap menyesuaikan dengan kondisi siswa. Kegiatan pembelajaran tidak berlangsung hingga malam hari agar siswa yang rumahnya jauh tidak pulang terlalu larut. Selama Ramadan, satu jam pelajaran juga disesuaikan menjadi 30 menit dari sebelumnya 45 menit.
Menurut Nining, konsep pembelajaran yang diterapkan adalah integrasi antara kurikulum umum dan nilai-nilai keagamaan. Guru yang mengajar di kelas tetap menjalankan mata pelajaran sesuai jadwal, namun diawali dengan materi atau pesan-pesan keagamaan yang telah disiapkan oleh tim guru Pendidikan Agama Islam.
“Selama 10 hari sudah disiapkan tema-tema pembelajaran agama oleh koordinator PAI. Temanya beragam, mulai dari kemanusiaan, sosial, ekologi hingga kegiatan yang berkaitan dengan Ramadan,” jelasnya.
Selain kegiatan pembelajaran, dua hari terakhir diisi dengan berbagai lomba bernuansa Islami sebagai bagian dari implementasi program sanlat. Beberapa lomba yang digelar antara lain lomba dai atau storytelling Islami, kaligrafi, cerdas cermat Islam, MTQ, dan MHQ.
Kegiatan tersebut ditutup dengan khataman Al-Qur’an sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.
Terkait program Pesantren Ekologi yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pihak madrasah juga mengadopsi nilai-nilai ekologis dalam tema pembelajaran Ramadan.
“Kita tetap mengikuti juknis dari Dirjen Pendis Kemenag, tetapi tema ekologi juga kita sisipkan dalam pembelajaran, misalnya dalam tema kemanusiaan, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pihak madrasah berharap para siswa dapat meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial.
“Kami berharap siswa semakin meningkatkan intensitas ibadah di bulan Ramadan, lebih semangat mencari malam Lailatul Qadar, serta meminimalisir hal-hal negatif,” tambah Nining.
Di sisi lain, MAN 1 Kota Bogor juga menggelar kegiatan bakti sosial bagi siswa kurang mampu dan masyarakat sekitar. Sebanyak 100 siswa menerima bantuan, sementara 100 paket lainnya disalurkan kepada warga sekitar sekolah.
Bantuan tersebut berasal dari penghimpunan dana para guru, karyawan, orang tua siswa, serta donasi dalam bentuk sembako seperti beras dan mi instan.
“Kuota untuk siswa sekitar 100 orang yang dipilih dari setiap kelas. Untuk warga juga 100 paket, sebagian berupa sembako saja dan sebagian lagi sembako plus uang tunai,” jelas Nining.
Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut dikelola oleh panitia khusus yang terdiri dari guru-guru agama yang bertugas menghimpun zakat, mengelola bakti sosial, serta menyusun tema kegiatan Ramadan di madrasah.
Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan pesan kepada para siswa menjelang libur Idulfitri agar memanfaatkan waktu untuk mempererat hubungan dengan keluarga.
“Sekolah juga memohon maaf jika selama proses pembelajaran ada hal yang kurang berkenan. Semoga saat Idulfitri nanti kita semua kembali dalam keadaan suci dan fitrah,” tutupnya.(Nia)
Leave a Reply