SMA Negeri 9 Kota Bogor Gelar In House Training Implementasi Pembelajaran Mendalam

Kabarindonesianews-SMA Negeri 9 Kota Bogor sukses menggelar In House Training (IHT) “Implementasi Pembelajaran Mendalam”.Kegiatan ini berlangsung di SMAN 9 Kota Bogor Jalan Mantarena Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat dengan diikuti seluruh tenaga pendidik.

Rini Listari, S.Pd, M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 9 Kota Bogor menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengeksplorasi kemampuan peserta didik.

“Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong guru-guru kami menerapkan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Kami ingin anak-anak belajar dalam suasana ceria, bahagia, dan menyenangkan,” ujarnya.

Guru-guru mata pelajaran mengikuti IHT yang dikemas dalam bentuk workshop. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep Pembelajaran Mendalam (PM) atau deep learning, tetapi juga memandu guru dalam pembuatan perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan tersebut.

Masih kata Rini, guru-guru di SMA Negeri 9 Kota Bogor telah memiliki komunitas belajar yang disebut Sinergi 9, dimana guru-guru dapat berbagi informasi dan pengalaman. Selain itu, guru-guru juga mengikuti kegiatan-kegiatan secara daring dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. katanya

“Dengan IHT ini, kami berharap dapat mencetak siswa-siswi yang lebih berprestasi dan berinovasi, juga dapat meningkatkan kualitas guru sehingga mereka dapat memberikan pendidikan yang lebih baik kepada siswa-siswi kami.

Materi IHT disampaikan oleh Dina Khairunisa, Pengawas Pembina SMA Negeri 9 Kota Bogor KCD Wilayah II mengatakan Pembelajaran mendalam ini bukan hanya tentang konsep, tapi juga tentang teknisnya, dimana kami ingin guru-guru dapat mengimplementasikan pembelajaran mendalam di kelas dengan baik,” katanya.

Dina juga menambahkan, bahwa guru-guru di Kota Bogor sudah update dengan perubahan-perubahan yang ada dan tidak sulit beradaptasi, dengan era digitalisasi, tentunya pemanfaatan digital juga menjadi salah satu kerangka dalam pembelajaran mendalam,” tambahnya.

“Dengan kegiatan IHT ini, kita berharap perhatian dan keterlibatan siswa dapat meningkat, guru ditantang untuk membuat pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan, pada akhirnya siswa dapat terlibat, serta lebih perhatian kepada guru dan pelajarannya, sehingga pembelajaran yang diberikan ini bukan hanya sebuah rutinitas.” tutup Dina.

“Saya berharap setelah pelatihan ini, semua guru mampu mengaplikasikan pembelajaran mendalam di setiap mata pelajaran, sehingga peserta didik bukan hanya paham materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan mandiri.”

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para guru karena memberikan wawasan praktis dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. (Nia)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*